Kisah : Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu


Andi Hendra Paluseri
Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Hukum
Universitas Jayabaya

Pekan lalu, saya mendapat kesempatan untuk ‘mudik’ ke kampung di daerah Panggungrejo, sebuah desa di pelosok Kabupaten Blitar. Kesempatan ‘mudik’ ini dikarenakan berita duka atas berpulangnya buyut putri yang sudah berusia senja. Pada kesempatan tersebut, saya berbagi cerita tentang pengalaman kesulitan hidup selama bersekolah di medan, kuliah di Bandung dan akhirnya mendapatkan pekerjaan yang cukup prestise di salah satu BUMN ternama di Indonesia.

Kemudian, salah satu sanak saudara memberitahukan bahwa putrinya yang memiliki talenta tinggi dengan sering menyabet prestasi sejak SD mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di SMA Talun, Blitar (SMA yang cukup populer di Blitar). Namun apa daya saat ini mengalami kesulitan ekonomi untuk menempuh pendidikan tersebut. Saya sudah menyarankan untuk mencari kemudahan seperti meminta surat keterangan tidak mampu dari lurah/camat setempat sehingga mungkin akan mendapatkan keringanan. [masa’ ada sih SMA yang tega tidak meloloskan calon siswa barunya hanya karena masalah ekonomi, apalagi sekolah tersebut cukup bonafit. Masalah yang harusnya ‘peanut’ bagi sekolah tersebut]

Walaupun seandainya berhasil meloloskan putrinya ke sekolah tersebut, beliau mulai berfikir jauh tentang bagaimana menghidupi putrinya di kota karena akan sangat memberatkan bila harus pulang-pergi Blitar-Panggungrejo selain boros biaya juga boros waktu dan tenaga. Solusinya yah pasti anak tersebut harus dikoskan. Berarti akan ada pos pengeluaran rutin berupa biaya kos selain untuk biaya hidup si anak tersebut. Yah kalau seperti ini memang keluarga-lah yang harus ikut membantu. Beliau sudah lama menjadi single fighter yang hebat untuk membesarkan anak-anaknya. Namun kali ini rasanya sudah tidak kuat untuk terus berjuang. Saya mencoba untuk tetap menguatkan asa akan adanya ‘cahaya’ kepada sanak tersebut. Insya Allah bila ada kemauan pasti ada jalan.

::Solusi

Selain dukungan dari keluarga, pendidikan seyogyanya menjadi perhatian serius oleh Pemerintah bukan hanya pemerintah pusat namun juga pemerintah daerah. Mungkin pembaca pernah menikmati tulisan saya terkait Kebobrokan Pemerintah Sumatera Utara yang menjanjikan memberi beasiswa bagi Putra Daerah di ITB pada 2008 silam namun nyatanya beasiswa tersebut tidak pernah turun.

Nah, mungkin pemerintah daerah Blitar dapat memberikan bantuan kepada putra/putri daerahnya khususnya yang berasal dari daerah terpencil dengan menyediakan fasilitas asrama gratis. Dengan asrama tersebut, setidaknya beban keluarga yang menyekolahkan anak-anaknya akan lebih berkurang. Tidak hanya di Blitar tentunya, daerah lainpun seyogyanya melakukan hal serupa.

Pemerintah Pusat mungkin saat ini kewalahan menyediakan dana pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Mungkin dengan pengurangan subsidi BBM, anggarannya dapat dialihkan ke peningkatan dana pendidikan dan masyarakat akan menerima kenaikan BBM ini dengan hati yang ikhlas.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kisah : Pendidikan untuk Anak Kurang Mampu

  1. agielwich berkata:

    apakah ada beasiswa buat putra daerahnya yg kuliah diluar kota,dengan bersyaratkan berprestasi??@ kab blitar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s