Pentingnya Kereta Trans-Sumatera


Andi Hendra Paluseri
Mahasiswa Pasca-Sarjana Ilmu Hukum
Universitas Jayabaya

Salah satu faktor kemajuan ekonomi suatu daerah adalah infrastruktur. Bukti nyatanya adalah pulau Jawa. Mungkin kita perlu merenungi sejarah pembangunan lintasan kereta api tanpa perlu berterima kasih terhadap Belanda yang telah mengorbankan banyak penduduk bangsa kala itu dengan sistem kerja paksa.

Pembangunan lintasan kereta api saat itu awalnya hanya bertujuan untuk mengangkut hasil bumi kian berkembang menjadi pengangkut orang. Tidak hanya pada zaman Belanda, pada zaman Jepangpun kereta api digunakan sebagai kendaraan favorit dan selanjutnya dipergunakan oleh para pejuang untuk memerangi penjajah. Saat ini kereta api tetap tidak ditinggalkan karena dianggap sebagai moda transportasi yang cukup murah dibandingkan yang lain.

Seiring dengan kemajuan Pulau Jawa yang ditopang infrastruktur perkereta-apian yang kuat seharusnya menyadarkan pemerintah bahwa hal ini pulalah yang harus dibangun di daerah lain. Pulau Sumatera misalnya, Belanda sebenarnya sudah lama merencanakan pembangunan kereta Trans-Sumatera. Bahkan kereta transAceh-Sumatera Utara dahulu masih dapat dipergunakan. Ironi sekali bila dilihat saat ini dimana banyak perlintasan kereta api yang sudah tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Jarak Ujung Utara Sumatera yaitu Banda  Aceh ke Ujung Selatan yaitu Lampung mungkin sekitar 1.5 kali Jarak kereta Banten-Banyuwangi dan pastinya dibutuhkan dana yang besar untuk pembangunan tersebut. Namun, percayalah bahwa dana itu akan menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian di pulau Sumatera. Bila memang tidak dapat menggunakan dana Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah di Sumatera seharusnya berinisiatif untuk saling menggelontorkan dana.

Selain pembangunan perekonomian, hal ini juga menjadi akselerasi di bidang pendidikan dan sosial karena di daerah Sumatera masih banyak pedesaan yang belum terjangkau dengan pendidikan yang layak. Perubahan sosial memang harus diwaspadai namun tidak perlu ditakuti karena cepat atau lambat akulturisasi itu akan terjadi.

Saran saya, bila rencana kereta trans-Sumatera ini diniatkan untuk berjalan sebaiknya dilakukan seperti pembangunan jalan di Sumatera yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu trans-timur Sumatera, trans-tengah Sumatera dan trans-barat Sumatera.

Terakhir dari saya, bukan hanya daerah Sumatera yang harus bermimpi memiliki jalur kereta Trans-Sumatera. Daerah-daerah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara juga harus bermimpi besar. Bermimpi untuk merealisasikan pembangunan ‘kuda besi’ di daerahnya. Infrastruktur adalah ‘ibu’ dari perekonomian. Jangan berharap perekonomian suatu bangsa dapat tumbuh bila pembangunan infrastruktur di negara tersebut tidak berjalan sama sekali.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s