Mengawasi Pergaulan Anak Remaja Melalui Media Komunikasinya


Andi Hendra Paluseri
Mahasiswa Magister Ilmu Hukum
Universitas Jayabaya

Tingkat kenakalan remaja yang saat ini makin parah membuat para orangtua kian resah. Mulai dari bahaya tawuran, narkotika bahkan hubungan seks diluar nikah menjadi ancaman serius remaja saat ini saat menjejakkan kakinya keluar rumah.

Memang komunikasi tatap muka rutin antara orang tua dan anak serta rutinitas beribadah menjadi kunci utama pencegah bahaya tersebut. Namun bila hal tersebut dirasa kurang, ada cara lain yaitu mengawasi media komunikasi yang dia pergunakan.

Pernah suatu saat seorang ayah mendapati video didalam handphone anak wanitanya yang disekolahkan di Boarding School terkenal dan selama ini anak tersebut dikenal sholehah. Video tersebut ternyata berisikan adegan mesum yang direkam oleh anak tersebut dengan seorang pria. Dengan wajah merah padam, sang ayah menunggu anak tersebut pulang lalu menanyakan perihal video tersebut.Anak tersebutpun dengan santainya menjawab “Ayah, ini mah sudah biasa”.. masya Allah.

Tentu para orangtua tidak mau kisah diatas terjadi pada anak-anaknya. Anak yang kelihatannya baikpun ternyata berpotensi untuk melakukan keburukan karena tidak adanya kontrol dan pengawasan yang kuat dari orangtuanya.

Saran saya untuk hal tersebut adalah dengan membiasakan mengecek alat komunikasi anak-anak secara rutin, baik berupa pesan singkat, musik, video maupun internet surfing yang mereka lakukan. 

Usahakan pengecekan tersebut dilakukan di waktu anak sedang tertidur sehingga tidak mengetahui bahwa orangtuanya sedang membaca informasi di alat komunikasinya. Pengecekan ini juga jangan terlalu sering, sebaiknya dilakukan seminggu sekali saja atau tergantung kebutuhan.

Dengan mengetahui komunikasi anak, secara langsung kita juga mengetahui perkembangan anak tersebut terkait apa yang sedang dia pikirkan, dia harapkan, bahkan dia takutkan. Adapun ketika menemukan sesuatu yang dirasa janggal, jangan langsung mengklarifikasi kepada sang anak agar tidak muncul kesan memata-matai.

Hal yang pertama kali dilakukan adalah berdiskusi dengan anak terkait perkara lain yang mirip dengan apa yang sedang dihadapi anak tersebut. Hal ini dilakukan untuk memancing si anak agar menyampaikan sendiri masalah yang sedang dia hadapi. Bila dengan hal tersebut si anak tetap belum mau terbuka, mulailah untuk memberitahu si anak apa yang Anda rasakan tanpa perlu menyebutkan Anda tahu darimana informasi tersebut berasal.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Pertamina. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mengawasi Pergaulan Anak Remaja Melalui Media Komunikasinya

  1. adminjembt berkata:

    Saya mengawasi adik saya dengan menyadap handphone pakai aplikasi sadap handphone dari http://WWW.SADAP.IN bisa melihat aktivitas sms gallery foto dan panggilan suara..

  2. lepatlepit berkata:

    bener juga sih om, tapi skrng ini anak “solehah” ukurannya bukan seperti jaman om masih sekolah lagi. sekarang informasi sudah tidak terbendung; ada2 saja Broadcast message yg berbau porno, mudahnya mengakses hal2 porno selain dalam jiwa anak masih kuat untuk mencari tahu dan akhirnya kebablasan. mnurut ane om sebaiknya bukan dengan membendung informasi tetapi memberi penjelasan yang dapat diterima si anak, dapat dimulai dengan pendekatan agama & budaya bahwa melakukan sex diluar nikah; memakai narkoba dapat menjadikan si anak terjerumus lebih dalam ke hal2 buruk lain; kemudian penjelasan dari segi kesehatan, kejiwaan. berikan si anak akar dan sayap; sehingga meskipun ia bisa terbang bebas, ia memiliki akar yang kokoh untuk menjaga dirinya. selain itu beri contoh yg baik; melarang anak bergaul dengan terlalu bebas yang bablas; tetapi ortunya juga punya rekaman di gadgetnya. sama aj omdo hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s