Support Management dalam KPI


Andi Hendra Paluseri

Berbicara tentang penilaian karyawan, Key Performance Index (KPI) adalah salah satu metode yang umum digunakan. KPI sendiri didefinisikan sebagai ukuran spesifik tentang kinerja organisasi dalam wilayah bisnisnya. Ukuran tersebut dapat berupa financial dan non-financial yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja strategis organisasi. [1]

Dalam penetapan KPI setiap tahunnya, para atasan dan bawahan harus sepakat untuk menentukan apa-apa saja yang menjadi target penilaian mereka. Agar dengan itu, mereka dapat memahami target mana yang harus diprioritaskan dalam bekerja.

Yang sering menjadi masalah adalah ketika di tengah tahun berjalan, atasan atau bawahan mendapatkan suatu tugas tertentu yang dirasa cukup penting namun tidak terpantau dalam KPI yang sudah ditetapkan pada awal tahun. Jadi harus bagaimana? apakah tidak dikerjakan? yang kalau tugasnya penting tetap harus dikerjakan. Apakah sia-sia? tergantung!.

Nah, untuk mensiasati hal tersebut pada umumnya digunakan item “Support Management” dalam KPI sehingga setiap pekerjaan penting yang tidak terpantau dalam KPI yang telah ditetapkan di awal tahun dapat dimasukkan dalam item tersebut.

Selain dipergunakan untuk menampung unnoticed item, Support Management juga dapat dipergunakan oleh Management sebagai pertimbangan untuk memberikan tugas tambahan ke bawahannya secara seimbang.

Contoh, Mr X mendapatkan tugas tambahan 20 buah dalam setahun sedangkan Mr Y hanya mendapatkan tugas tambahan 2 buah dalam setahun padahal dalam target Support Managemen setiap pekerja harus melakukan Support Management minimal 8 buah setahun, nah yang harus dilakukan oleh Mr Y adalah membantu Mr X untuk menyelesaikan pekerjaannya agar dapat dihitung sebagai Support Management bersama. Hal tersebut akan lebih baik lagi apabila Management itu sendiri yang menyadari bahwa beban Mr X sudah kelebihan sehingga dapat dipindahkan sebagian ke Mr Y.

Apabila preferensi managemen tetap Mr X untuk melakukan semua tugas-tugas tersebut, yang harus dilakukan adalah inisiatif dari Mr Y untuk membantu pekerjaan Mr X.

Rujukan:
[1] Australian Government, Performance Indicator Resource Catalogue , Department of Finance and administration (2006)

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Hukum Bisnis, HUman Resources dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s