Menjauhi Laghwi


Dalam Al-Mukminun 1-10, Allah SWT telah menginformasikan kepada hambaNya perihal ciri-ciri orang yang beriman. Salah satu ciri-ciri tersebut yang akan saya bahas kali ini adalah orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna atau dalam bahasa arabnya sebuah perbuatan Al-Laghwi.

Bagaimana sebenarnya Al-Laghwi itu? Umumnya Al-Laghwi ini sering kita temui dalam bersenda gurau. Rasulullah SAW sendiri telah mewanti-mewanti kita tentang batasan dalam bersenda gurau sebagaimana hadist berikut ini:

“Celakalah orang yang berbicara lalu mengatakan cerita dusta agar orang lain tertawa” (HR Abu Dawud).

cropped-dsc_2866.jpg

Kelakar adalah perbuatan, kata-kata dan sebagainya yang dapat menggembirakan atau yang dapat menggelikan hati orang lain. Sinonimnya adalah jenaka, lawak dan gurau senda. Membuatkan orang lain senang hati adalah termasuk dalam amal kebajikan dan Rasulullah SAW juga selalu berjenaka dengan ahli keluarga dan para sahabat baginda. Namun begitu bergurau mempunyai adab-adab tertentu yang telah diatur sebagai berikut:

  1. Tidak menjadikan aspek agama sebagai bahan jenaka seperti mempersendakan Sunnah Rasulullah SAW.
  2. Gurauan tersebut bukan merupakan cacian atau cemoohan seperti memperjelekkan orang lain dengan kekurangannya.
  3. Gurauan itu bukan ghibah (mengumpat) seperti memburukkan seseorang individu dengan niat hendak merendah-rendahkannya.
  4. Tidak menjadikan jenaka dan gurauan itu sebagai kebiasaan.
  5. Isi jenaka adalah benar dan tidak dibuat-buat.
  6. Bersesuaian dengan masa, tempat dan orangnya karena tidak baik bergurau di waktu seseorang berada dalam kesedihan dan sebagainya.
  7. Menjauhi jenaka yang membuat orang lain tertawa secara berlebihan karena banyak tertawa akan memadamkan cahaya hati.

Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila ketawa baginda hanya menampakkan barisan gigi depannya saja bukan tertawa yang terkekeh-kekeh dengan maksud bahwa selaku seorang muslim, kita hendaklah senantiasa menjaga batas kesopanan dalam etika yang sepatutnya.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di Muslim in Reality, pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s