CNG : Solusi Para Supir Angkot


CNG: Solusi Para Supir Angkot
Andi Hendra Paluseri
Alumni Teknik Tenaga Listrik
Institut Teknologi Bandung

Kemarin, 9 April 2014 saya menumpangi mobil angkot jurusan Kp.Melayu. Saat itu, rata-rata supir angkot mengalami kerugian karena sepinya penumpang, maklum saat itu adalah hari libur dimana orang-orang sedang merayakan pesta demokrasi 5 tahunan.

Sambil menghela napas panjang dan mengusap keringat di dahi, supir tersebut-pun bercerita kepada saya. “Mas, saya dari pasar minggu baru dapet 10 ribu, padahal untuk bensin saja saya sudah keluar 39rb untuk sekali rute” ujarnya. Hal ini menandakan supir tersebut mengalami kerugian. “Wah, kalau seperti ini terus.. anak istri saya tidak bisa makan”.

Saya mencoba berhitung. Dalam sehari si Pak Supir tersebut bisa melakukan sekitar 6 trip rute Pasar Minggu – Kp Melayu – Pasar Minggu. Berarti dalam sehari biaya yang dikeluarkan untuk membeli premium bersubsidi adalah 234.000 rupiah. At least, si Pak Supir tadi harus mendapatkan lebih dari 300.000 perhari agar bisa memberi makan keluarganya.

Saya coba menghitung lagi, berapa besar subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada setiap supir perhari. Ternyata pemerintah mengeluarkan subsidi sebesar (11.000-6.500)/(6500) * 234.000 = 162.000 rupiah perhari. Bayangkan bila di jabodetabek saja ada 10.000 pengendara angkut/metromini/kopaja, berarti subsidi yang dikeluarkan mencapai 1.62 milyar perhari.

apbn

Saya coba menawarkan kepada pak supir tersebut. “Pak, kalau pakai gas bisa lebih hemat sih Pak, harganya jauh lebih murah dibandingkan bensin.. paling-paling Bapak hanya mengeluarkan 112.ooo perhari. Terlebih lagi, Bapak tidak memberatkan pemerintah karena menyubsidi bensin dan kota Jakarta akan menjadi kota yang bersih”.Mobil CNG

Si Bapak hanya mengiyakan tapi masih tampak ragu. “Mas, mesin mobil ini udah tua dan lagian beli mesin tambahannya kan mahal.. saya tidak punya duit mas. Toh, Stasiun Gas kayak SPBU juga masih jarang”.

“Aih, Bapak teh jangan kuatir atuh Pak. Stasiun yang Bapak bilang tadi itu namanya SPBG. SPBG di Jakarta sudah ada banyak Pak dan rencananya akan ditambah lagi jumlahnya.”

“Dan untuk mesin tambahan Pak, itu namanya Converter-Kit. Bapak tidak perlu beli. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sudah menganggarkan ratusan milyar untuk menyediakan Converter-Kit bagi para supir angkut dll, untuk dibagikan secara gratis.. Gak pake bayar-bayar”.

“Nah, kalau Bapak bersedia mengkonvert mesin mobil Bapak, silahkan minta Converter-Kitnya ke Kementerian Perindustrian. Soalnya sudah ada di dalam anggaran negara tahun 2014.”

angkot cng

Pembicaraan kami berhenti sampai disitu karena saya sudah sampai tujuan yaitu Kampung Melayu. Namun hikmah yang dapat saya ambil adalah berbisnis CNG bukan hanya berbicara tentang keuntungan materi semata namun juga membantu orang lain terutama para supir untuk bisa mendapatkan uang lebih, membantu negara untuk mengurangi subsidi, dan membantu menyehatkan kota.

Jadi, mau kapan kita beralih ke CNG? keseriusan pemerintah dan para pelaku usaha menjadi salah satu faktor penentu utama.

[narasi diskusi dengan beberapa perubahan seperlunya]

 

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik) dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya.
Pos ini dipublikasikan di Energi Indonesia. Tandai permalink.

Satu Balasan ke CNG : Solusi Para Supir Angkot

  1. Mahendra berkata:

    Suatu saat cng pasti berjaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s