Asal Muasal Pasar “HARI” di Jakarta


Banyak orang termasuk saya, terheran-heran mengapa banyak nama pasar di Jakarta yang ada hubungannya dengan nama hari meskipun tidak semua nama hari tersebut dijadikan pasar.

Ternyata, hal ini bermula pada tahun 1801 ketika Pemerintah VOC memberikan ijin kepada tuan tanah untuk membuka pasar ditempatnya namun dengan peraturan pasar yang didirikan dibedakan menurut harinya. Pada tahun 1801 inilah mulai menerapkan uang sebagai alat jual beli yang sah. Mungkin pada tahun tahun sebelumnya, alat jual belinya menggunakan emas dan perak.

Perbedaan pengoperasian pasar ini dilakukan dengan alasan keamanan serta faktor untuk mempermudah orang dalam berkunjung dan lebih mengenal suatu pasar. Nah, pasar-pasar yang dibuat pada zaman tersebut adalah sebagai berikut:

Pasar Koja

1. Pasar Senen (nama lain Vincke Passer)
2. Pasar Selasa (sekarang bernama Pasar Koja)
3. Pasar Rebo (sekarang Pasar Induk Kramatjati)
4. Pasar Kamis (nama lain Mester Passer sekarang bernama Pasar Jatinegara)
5. Pasar Jumat (sekarang pasar Lebakbulus, Pasar Klender dan Pasar Cimanggis)
6. Pasar Sabtu (sekarang Pasar Tanah Abang)
7. Pasar Minggu (nama lain Tanjung Oost Passer)

Nah, jadi sudah tahu kan mengapa nama pasar banyak yang mirip dengan nama hari?

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Asal Muasal Pasar “HARI” di Jakarta

  1. otidh berkata:

    Nais inpo gan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s