Pemanfaatan Kembali Stasiun Gambir bagi Penumpang KRL


Pemanfaatan Kembali Stasiun Gambir bagi Penumpang KRL
Andi Hendra Paluseri
Mahasiswa Magister Ilmu Hukum
Universitas Jayabaya

 

Sudah hampir 2 (dua) tahun sejak Agustus 2012 lalu, KRL tidak diperbolehkan menurunkan/menaikkan penumpang di Stasiun Gambir. Alhasil, penumpukan di Stasiun Djuanda dan Stasiun Gondangdia tidak bisa dihindarkan. Alasan pihak KAI memang cukup masuk akal yaitu mengkhawatirkan bila ada penumpang KRL Jabodetabek yang tiba-tiba masuk ke kereta api antar kota tanpa punya tiket.

Sebenarnya dengan sistem pemeriksaan saat ini yang sudah cukup baik dan tambahan sanksi denda yang tinggi, sepertinya sudah dapat membuat efek jera bagi mereka yang ingin menyelinap. Sehingga kekhawatiran seperti itu seharusnya dapat diatasi. Apabila dikhawatirkan akan mengganggu pembagian waktu dengan kereta antar kota sepertinya juga tidak terlalu isu besar mengingat saat ini KRL juga biasanya berhenti sebentar saat melewati Stasiun Gambir.

krl 33333

Stasiun Gambir Sebagai Sistem Intermoda Transportasi Terpadu

Kemudahan Transportasi yang ada di Stasiun Gambir sebenarnya dimaksud untuk mewujudkan Sistem Intermoda Transportasi Terpadu (SITT) dimana saat ini di Gambir sendiri menjadi simpul antara DAMRI, Taxi, 2 Shelter Busway dan Kereta. Namun SITT Gambir saat ini hanya menjadi barang yang Mubazir karena tidak dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Dahulu bila ada orang Bojonggede/Citayam/daerah lain yang akan ke Bandara, tinggal langsung ke Gambir kemudian menaiki DAMRI menuju Bandara. Namun saat ini, mereka harus turun di Gondangdia/Djuanda kemudian pergi ke Gambir sehingga kurang efisien dari waktu dan biaya.

Belum lagi para pekerja yang tiap harinya berkantor di  Medan Merdeka, Lapangan Banteng dan Sekitarnya, mereka harus extra sabar dan semangat untuk menuju lokasi kantor karena tidak diperbolehkan turun di Gambir. Suatu dilema bagi korporasi transportasi yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Win-Win Solution

Apabila PT KAI masih mengidentifikasi train scheduling sebagai salah satu risiko yang tetap harus dimitigasi  at all cost, saya mengusulkan beberapa solusi sebagai berikut:

1. Adanya pemberian waktu-waktu tertentu bagi KRL untuk more

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pemanfaatan Kembali Stasiun Gambir bagi Penumpang KRL

  1. gnt fiber berkata:

    sayang sekali gan kurang tertib tuh pelayanan penumpang wanita nya
    tolong lebih di perhatikan lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s