Sarjana Teknik ITB Mengambil Magister Hukum, What for?….


Salah satu pertanyaan rutin yang ditanyakan beberapa rekan sejawat ketika bertemu adalah “Mengapa mengambil S2-Hukum, Ndi?”.. kedepannya mungkin saya akan menyarankan teman-teman tersebut untuk membaca blog ini untuk mencari jawabannya (#sekalian menambah jumlah stat hehe..).

Saat masih S-1 di ITB, memang tidak berniat untuk mengambil kuliah S-2 yang non-linier. Tawaran Fasttrack-pun saya ambil mengingat keuntungan S-1 dan S-2 yang dapat diselesaikan dalam waktu 5 tahun saja. Sampai lulus kuliah S-1, saya sudah mengikuti 16 SKS kuliah S-2 .

Nah, ternyata kesempatan yang datang berkata lain, program fasttrack tersebut-pun saya tinggalkan demi pekerjaan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Di tempat bekerja ini, saya mulai memikirkan untuk mengambil kuliah S-2 kembali. Namun menurut saya jurusan S-2 yang linier dengan S-1, akan membuat saya masuk menjadi seorang spesialis (ini pilihan tiap orang sih) sedangkan di tempat yang sekarang, kami dikader di management path.

Menurut saya pribadi, apabila seseorang dikembangkan dalam management path maka setidaknya ada 4 cabang ilmu yang perlu dimiliki yaitu teknik, hukum, managemen dan ilmu komunikasi. Dari ketiga cabang ilmu humaniora yang belum saya dapatkan tersebut, saya memilih untuk mengembangkan kemampuan di cabang ilmu hukum terlebih dahulu. Sementara untuk ilmu komunikasi akan dipelajari secara non-formal saja dan ilmu managemen akan saya kembangkan di S-3 agar lebih dalam.

Mengapa management di S-3? menurut saya pribadi, kuliah s-2 yang hanya 4 semester membuat pemahaman tentang managemen tidak akan terlalu dalam (menurut saya pribadi lho yah).

Mengapa mengambil S-2 Hukum di Jayabaya yang tidak bonafide? alasan pertama, dekat dengan lokasi tempat saya tinggal, akreditasi Pasca Sarjana Hukum-nya juga A, beberapa lawyer terkenal juga lahir dari sana, tidak terlalu mahal dan kuliahnya hanya Sabtu saja (akan cukup mengganggu pekerjaan/melelahkan apabila dilakukan after office hour).

Bagaimana bila ilmunya tidak dipakai di perusahaan? yah saya juga punya bisnis pribadi, setidaknya dapat saya gunakan untuk mendukung bisnis pribadi saja.

Nanti mau mengambil S-3 dimana? Target utama adalah Program Doktoral Managemen Strategik Universitas Indonesia, namun biayanya cukup mahal jadi kemungkinan besar akan mengikuti program LPDP yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Di tempat bekerja saat ini, beasiswa baru bisa diperoleh bagi yang memiliki masa kerja lebih dari 4 tahun jadi sepertinya tidak akan terlalu berharap banyak. Apabila tidak berhasil masuk ke Prodi tersebut, target kedua saya adalah Program Doktoral Managemen Bisnis Institut Pertanian Bogor.

Jadi untuk sekedar pengingat pribadi, target pendidikan saya adalah sebagai berikut:

S-1 Teknik Elektro : Agustus 2007 – Juni 2011 (Done)
S-2 Ilmu Hukum     : Maret 2013 – Januari 2015 (on Progress)
S-3 Managemen       : Juli 2015 – Juni 2019 (not yet)

Amin..

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Arus Kuat ITB. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sarjana Teknik ITB Mengambil Magister Hukum, What for?….

  1. nate berkata:

    Semangat Andi, salute!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s