Suka Duka Mengikuti Lomba Ide Gila


Teman-teman pernah mengalami tidak, kejadian dimana hasil yang kita dapatkan jauh lebih bagus daripada yang kita perkirakan?. Nah, saya pernah!

Jadi ceritanya, waktu pertengahan Oktober lalu saya mengikuti perlombaan ide gila dari kantor. Coba-coba, ikut deh dengan judul yang eye catching namun konsepnya sudah dipertimbangkan cukup lama. Judulnya “1% for Pertamina”. Penjelasan program ini akan saya sampaikan pada artikel selanjutnya.

Selang 2 minggu kemudian, ide saya masuk dalam 100 ide terbaik dari total 2000 ide yang disubmit ke panitia. Hmm, alhamdulillah! masuk 100 besar sudah cukup memuaskan.

Selanjutnya di bulan November, ide disaring lagi menjadi 59 besar. Dan eh, masih masuk!. Nah, untuk menuju ke tahap 31 besar, kami diminta untuk melakukan presentasi di depan Juri, dimana saat hari-H saat itu saya sedang dinas di Singapura. Yasudah, saya serahkan semuanya pada Tuhan.

Fortunately, meeting hari kedua di Singapura hanya berlangsung setengah hari sehingga sambil berlari-lari menuju Changi, saya proses percepatan tiket pesawat balik ke Jakarta. Alhamdulillah bisa keluar dari Terminal-2 Soeta pukul 16.30 dan ternyata sesi presentasi  ide gila masih berlangsung. Saya janjikan ke Panitia akan tiba di Gambir pukul 17.30.

Dilalanya, supir saya lupa mengisi bensin, sehingga kami harus mengisi bensin terlebih dahulu and it takes more than 20 minutes. Oh my Godness!. Sudah pukul 17.o0 dan saya masih di Soeta. Setelah mengisi bensin, kami langsung bergegas.. Eh ternyata kondisi tol muacetnya Pool karena ada kecelakaan tunggal. Pada pukul 18.00, saat itu saya sudah berada di Pasar Baru, dan panitia meminta untuk dilakukan sesi presentasi & tanya jawab melalui telepon saja. Hehe..

Keesokannya, saya juga tidak hadir saat pemberian materi oleh Mas Yoris Sebastian. Mohon maaf untuk kedua kalinya yah panitia karena harus mengikuti meeting proyek di Kwarnas. Saya sudah pesimis masuk 31 besar, dan Taraa.. ternyata masuk.. akhirnya di sore harinya saya mohon ijin ke atasan untuk mengikuti coaching dengan mas Yoris Sebastian terkait ide-ide yang lolos 31 besar.

Tanggapan dari mas Yoris tentang ide saya cukup positif dan beliau mewanti-wanti supaya segera memitigasi risiko tantangan dari pihak Serikat Pekerja apabila ide saya dijalankan. Siap mas!.

Setelah lolos proses seleksi 31 besar, selanjutnya ide-ide para peserta akan diseleksi oleh Direktur Pemasaran menjadi 13 ide saja. Nah, karena sebelum-sebelumnya saya sering pesimis, di tahap ini saya malah optimis masuk 13 besar. Dan Alhamdulillah masuk! artinya, hadiah 10 juta sudah ada di tangan.

ke-13 peserta selanjutnya akan mengikuti pelatihan presentasi oleh mas Yoris Sebastian lagi sebelum dilakukan exhibition dan presentasi Final. Dan lagi-lagi saya tidak bisa karena harus mengikuti rapat bogor, mohon maaf untuk yang ketiga kalinya yah panitia.

Banyak hal yang sebenarnya harus disiapkan untuk exhibition tersebut, salah satunya adalah Video testimoni. Karena keterbatasan waktu, akhirnya saya merekam testimoni rekan-rekan kantor menggunakan HP samsung s7. Kesalahannya adalah saya merekam dengan posisi Portrait padahal seharusnya Landscape karena nanti akan ditampilkan dalam layar yang sediakan di booth masing-masing, mohon maaf untuk yang keempat kalinya yah panitia, tapi sudahlah karena sore itu saya harus bergegas berangkat ke Bogor. Hasil rekaman testimoni saya berikan ke teman saya untuk diedit.

Di pekan ini juga, saya mendapatkan penugasan untuk ikut Dinas ke Jepang dan harinya bersamaan dengan pelaksanaan presentasi Final Ide Gila tersebut. Kepanikan diperparah karena visa tidak dapat diproses mengingat KTP saya masih made in Medan sehingga visa-pun seyogyanya dibuat di Medan. Selasa jam 10 malam, saya sempatkan datang ke Lurah desa Bojonggede-Bogor untuk meminta surat keterangan yang menyatakan saat ini saya sedang dalam proses mutasi KTP ke Bojonggede dan akhirnya suratnya selesai dibuat.

Saya baru kembali dari Bogor Jumat Sore dan saat itu belum ada sama sekali persiapan untuk mengisi booth. Aduh, panik! mau dibuat seperti apa yah boothnya. Kemudian saya tinggal tidur. Sabtu paginya mengerjakan tugas kantor dahulu, setelah kelar siangnya baru mulai memikirkan konsep. FYI saja, tidak ada vendor yang mau membantu saya karena perlombaan kurang dari 48 jam lagi.

Oke, the show must go on!. mulai mendesain poster dengan kemampuan seadanya. Kemudian mengkonsep peralatan apa saja yang harus disiapkan (termasuk meminjam uang receh salah satu rekan). Sorenya ke tukang cetak poster di Kalibaru-Kemayoran.

Pada hari minggunya, barang-barang sudah bisa diambil dan minggu sore saya mulai mendekor booth yang sudah disediakan, semuanya sendiri. Sambil menyampaikan informasi ke panitia terkait rencana dinas saya ke Jepang pada senin malam. Saat itu saya disarankan untuk melakukan video conference apabila memang tidak bisa hadir di tempat. Malam harinya, saya mengirimkan link video testimoni yang sudah diedit oleh teman saya (langsung saya kirim ke panitia tanpa melihat terlebih dahulu hasil editannya).

Keesokan paginya, lagi-lagi saya tidak bisa ikut dalam acara eksibisi karena harus membantu persiapan presentasi kerja. Mohon maaf untuk yang kelima kalinya yah panitia. Tapi ada berita positif, jadwal keberangkatan saya ditunda sehari. Jadi masih sempat melakukan presentasi Final. Senin siang, saat gladi resik saya juga tidak ikut karena masih membantu persiapan presentasi kerja, Mohon maaf untuk yang keenam kalinya yah panitia.

Selasa pagi, saya masih ikut dalam persiapan presentasi kerja dimana rekan-rekan sudah menanyakan keberadaan saya. Alhamdulillah saya bisa gabung pukul 09.00. Saya menjadi peserta yang presentasi di urutan ke-12. Di awali dengan pemutaran video testimoni saya yang kacau karena wujudnya portrait, dan selama 30 detik pertama tidak ada suara dari orang yang memberikan testimoni serta ditambah lagi kepala si pemberi testimoni terpotong kamera. Mohon maaf untuk yang ketujuh kalinya yah panitiaKalem.. kalem… Setelah itu, baru dilanjutkan presentasi dan tanya jawab.

Selanjutnya saya kembali bergabung untuk melanjutkan persiapan presentasi kerja di gedung lain. Sambil tertawa, saya minta ke seorang teman untuk mewakili saya apabila menjadi pemenang (hal yang saya kira saat itu adalah mustahil terjadi).

Siangnya Lunch dengan partner. Sembari lunch, saya mendapatkan informasi bahwa ide saya juara 3. Dan buru-buru kembali me-wasap mas syahid untuk mau mewakili. Rejeki yang tak disangka-sangka. Mohon maaf untuk yang kedelapan kalinya yah panitiaKalau ditanya apa yang bisa membuat ide saya menang, jawabannya adalah ide ini simple but very impactful. Tidak hanya ke financial perusahaan tapi juga ke Culture perusahaan. Nantikan di artikel selanjutnya terkait penjelasan ide.

ide-gila

Akhir kata, terima kasih atas semangat, kerja keras dan bantuan panitia serta tim Creation yang menyukseskan acara ini. Semoga lomba ide gila tahun depan lebih sukses lagi.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di pengalaman di ITB. Tandai permalink.

2 Balasan ke Suka Duka Mengikuti Lomba Ide Gila

  1. Ping balik: Penghematan Penggunaan Air Mineral melalui Penamaan di Label Kemasan dalam Setiap Rapat | MISTER KABAYAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s