Quo Vadis Royal Afatar World Surabaya


Ada teman yang pernah menanyakan, “ndi, sukses nih semua investasi properti properti propertinya?”. Saya hanya bisa senyum 5 jari sambil mengernyitkan dahi. Memang sebagian besar, investasi properti saya bisa dikatakan berhasil. Tapi ada juga yang gagal/belum berhasil. Malahan, beberapa investasi yang berhasil tersebut karena saya mendapatkan pelajaran berharga dari investasi2 awal yang gagal/belum berhasil.

Salah satu yang gagal adalah Apartement Grand Dago-Bandung yang tidak jadi dibangun karena terkendala masalah perizinan dari Gubernur Jawa Barat. Bener-bener blas batal lho proyeknya. Untungnya uangnya dibalikin. Ini jadi pelajaran berharga bagi saya untuk tidak membeli properti yang lagi gencar-gencarnya diiklankan di TV, stasiun kereta api serta mall-mall jakarta mengingat proyek properti tersebut juga belum mendapatkan ijin dari Gubernur Jawa Barat.

Kemudian, ada lagi nih investasi yang belum berhasil. Jadi ceritanya saya investasi properti di Surabaya di akhir tahun 2013. Saya tidak mau menyebutkan nama propertinya sebut saja namanya Royal Afatar World. Jadi saat itu ada 3 tipe pembayaran:

  • Cash harga 125 Juta (untuk tipe studio 1.5 lantai furnished)
  • Cash Bertahap 145 Juta (untuk tipe studio 1.5 lantai furnished)
  • 50:50 155 Juta, 77.5 dibayar diawal sisanya dibayar saat apartemen selesai (untuk tipe studio 1.5 lantai furnished)
Image result for royal afatar world

Rencana Gedung Apartemen di Royal Afatar World

Unit apartemen tersebut dijanjikan akan dibangun 60 bulan (5 tahun) dari pembayaran pertama. Saya bayar awal di Desember 2013, bila sesuai jadwal harusnya di Desember 2018 unitnya sudah harus jadi yah.

Nah, mengingat proyek ini masih indent opsi 50:50 adalah yang paling less risk dan menguntungkan menurut saya. Mengapa? karena kalau dihitung present value di akhir tahun kelima sebenarnya harganya juga hampir sama dengan membayar cash. Less risk karena saya rugi lebih sedikit dibandingkan menggunakan opsi-opsi pembayaran yang lain.

Ceritanya di 2014, mesin Crane sudah berdiri tegak di lokasi proyek. Sayapun makin yakin kalau apartemen akan terbangun tepat waktu. Namun setahun kemudian di 2015, crane tersebut juga masih di tempat yang sama dan tidak ada progress berarti dalam pembangunan unit. Begitu pula di 2016, progressnya hampir dikatakan nihil. Di 2017 ini, saya coba menelpon pihak marketing berpura-pura sebagai pembeli melalui olx.com, saya tanya progressnya juga masih pembangunan fondasi. Hello, 3 tahun untuk pembangunan fondasi.

Setelah saya buka bahwa saya juga telah membeli unit di Royal Afatar tower *, marketing tersebut-pun mengaku pesimis bahwa tower saya dapat dibangun tepat waktu. “Dibangun sih dibangun Pak, tapi kayaknya telat!”.

Dulu di awal-awal, pihak Royal Afatar selalu mengirimkan surat tiap bulan terkait informasi/progress. Tapi satu tahun terakhir saya sudah tidak mendapatkan lagi. Tapi itu tidak penting, yang saya pikirkan sekarang adalah apakah developer akan benar-benar membangun unit saya? kalaupun telat berapa lama? sebulan? setahun? dua tahun? kalaupun tidak jadi dibangun, harusnya developer segera mengembalikan dana investasi para pembeli.

Namun saya tetap berharap agar Royal Afatar tetap dibangun dan tepat waktu tentunya. Pengelola masih mempunyai waktu 14 bulan untuk membangun tower-tower Royal Afatar World. Meskipun harapan saya itu kembali menurun ketika saya membaca berita negatif di berita ini http://www.sigap88news.com/index.php/2017/03/20/pembeli-apartemen-royal-afatar-world-mulai-diperas-oleh-pengembang/

 

 

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Hukum Bisnis. Tandai permalink.

8 Balasan ke Quo Vadis Royal Afatar World Surabaya

  1. mm berkata:

    Harus lapor polisi ini keknya…
    Susah jadinya yang nuntut aja diganti apartemennya sama apartemen lain.
    berarti apartemen ini gak bakal jadi

    https://www.barometerjatim.com/polemik-apartemen-raw-waru-berujung-damai/

  2. Ricci Ricci berkata:

    Pembeli Proyek Sipoa NMA bisa WA : 0895 3971 89440, ada group pembeli NMA

  3. Susi berkata:

    Saya juga beli 1 unit apartemen Royal Afatar World seharga 212 jt di th 2014 lunas. Sy juga pesimis. Sy sdh googling apapun tentang Royal Afatar World di medsos hasilnya nihil. Kalau ada apa2 mari kita bergabung. Terimakasih.

  4. Susi berkata:

    Saya juga beli 1 unit seharga 212 juta di th 2014. Lunas. Sy jg pesimis. Sy googling apapun tentang Royal Afatar in di Medsos hasilnya nihil. Kl ada apa2 mari kita bergabung. Terimakasih.

  5. andihendra berkata:

    Lokasinya sih bagus yah
    Tp kalo ijinnya belum terbit, ane gak akan berani beli

  6. nate berkata:

    Meikarta menurutmu gimana ?
    *klo ijinnya terbit 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s