Business Disruption di Apartemen


oleh: Andi Hendra Paluseri

Beberapa tahun yang lalu, saat bisnis properti tipe apartemen mulai membooming di Indonesia, salah satu tipe unit yang diburu adalah kios/ruko. Hal ini wajar mengingat harapan para investor kios/ruko adalah para penghuni/penyewa apartemen tersebut akan membeli produk-produk yang dijual di kios/rukonya.

Tapi harapan tersebut tidaklah 100% benar karena pada kenyataannya di beberapa apartemen para warga berjualan dari unit masing-masing dan didukung oleh grup wasap jual beli di apartemen tersebut. Para penjual barang yang di kios/ruko-pun akhirnya malah gigit jari karena harus bersaing dengan pedagang yang berjualan dari unit tempat tinggalnya masing-masing. Dampak yang paling serius dirasakan oleh pedagang di kios/ruko restoran/makanan.

Image result for business disruption insurance

Ada plus minus sih. Plus tentu saja lebih memudahkan para penghuni apartemen karena mendapatkan produk yang lebih bervariasi dengan harga yang kompetitif dan tentu saja dalam waktu yang lebih cepat. Minusnya bagi pemilik/penyewa kios karena dengan biaya operasi yang lebih tinggi, mereka harus mampu berkompetisi dengan pedagang yang berjualan dari dalam unit.

Minus juga akan dirasakan oleh para developer karena dengan prospek kios yang menurun, mereka harus menghitung ulang harga kios yang relatif lebih tinggi dibandingkan harga unit hunian. Bila tidak, tentu saja unit kios/ruko akan kosong/sepi.

Memang masih ada business di kios/ruko apartemen yang masih dapat bertahan seperti minimarket, laundry, lpg dan aqua. Hal ini karena bisnis tersebut umumnya dilakukan di unit bagian bawah/ground sementara untuk unit hunian rata-rata berada di bagian atas. Bila hal ini tidak segera dirundingkan/diatasi, dikhawatirkan akan membunuh bisnis property kios/ruko apartemen kedepannya.

Tadi pagi saya juga baru saja membaca artikel dari prof Rhenald Kasali terkait “Begitulah Shifting Terjadi”. Ada satu tips yang menarik yang dikemukakan oleh prof Rhenald Kasali dimana para pengusaha perlu mendisrupsi diri, membongkar struktur biaya, bukan bersekutu dengan regulator/pengelola agar siap berkompetisi dengan cara-cara baru.

Mari, para pedagang yang berada di kios/ruko, bersama-sama untuk membongkar struktur biaya kita agar dapat tetap berkompetisi dengan para pelaku usaha lainnya di apartemen.

Iklan

Tentang andihendra

andi hendra paluseri adalahperantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Investasi dan Bisnis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s