Rakyat Tidak Mampu Itu….


Oleh Andi Hendra Paluseri

Pernah dengar “Bro, listrik 450 VA itu untuk orang miskin lho!” atau kalimat lagi.. “cuy, LPG 3kg itu subsidi untuk orang tidak mampu lho..!”?. Nah, meski kalimat tersebut sering didengung-dengungkan namun tetap saja kita lihat beberapa orang yang menurut kita terkategori “mampu” membeli barang-barang subsidi Pemerintah yang sebenarnya diperuntukan bagi rakyat tidak mampu.

Kalau ditelusuri lebih dalam lagi dan hasil diskusi saya dengan tetangga di kampung, ternyata hal tersebut diakibatkan karena tidak adanya sosialisasi pendefinisian warga “tidak mampu” secara jelas. Jadi wajar-wajar saja kalau orang berpenghasilan 7 juta namun pengeluarannya 8 juta keatas menganggap dirinya tidak mampu karena pengeluarannya lebih tinggi dibandingkan penghasilan.

Dari hasil pencarian saya di google, ternyata ada lho definisi masyarakat tidak mampu/miskin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Bojonegoro menjelaskan bahwa penghasilan penduduk yang masuk dalam kategori miskin adalah Rp 361.990 per kapita per bulan untuk periode September 2016. Itu salah satu kategorinya yah. Kalau mau lebih detail lagi, kita perlu melihat 14 kategori miskin yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik sebagai berikut:

  1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang.
  2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
  3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah / tembok tanpa diplester.
  4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar / bersama-sama dengan rumah tangga lain.
  5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
  6. Sumber air minum berasal dari sumur / mata air tidak terlindung / sungai / air hujan.
  7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar / arang / minyak tanah.
  8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam dalam satu kali seminggu. 
  9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
  10. Hanya sanggup makan sebanyak satu / dua kali dalam sehari.
  11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas / poliklinik.
  12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp600.000 per bulan.
  13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah / tidak tamat SD / tamat SD.
  14. Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Bila teman-teman memenuhi minimal 9 (sembilan) kategori di atas, maka teman-teman baru bisa dianggap kurang mampu/miskin sehingga layak untuk mendapatkan barang-barang subsidi seperti listrik maupun bahan bakar.  Bila tidak, yah sebaiknya usahakan jangan gunakan barang subsidi yah teman-teman.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Energi Indonesia. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s