Manajemen Waktu dari Si Penyia Waktu


Oleh Andi Hendra Paluseri

Dalam tulisan kali ini, kita coba bahas hal yang lebih serius yaitu tentang Manajemen Waktu biar kayak blogger blogger jaman now :D. Namun, harap ekspektasi teman-teman  terhadap tulisan ini untuk segera diturunkan dulu yah, karena penulis bukanlah orang yang mengelola waktu dengan baik bahkan dapat dikategorikan penyia waktu.

Hasil gambar untuk manajemen waktuDalam manajemen waktu, salah satu hal yang paling penting adalah target. Dengan mengelola waktu dengan baik, diharapkan target-target yang telah dibuat dapat terealisasi.

Nah, selama hampir 5 tahun terakhir ini, saya kurang fokus pada target-target yang telah dibuat dan memandang sesuatu dengan let it flow saja.

Hal tersebut tentu kurang baik karena selain kita tidak mengejar target yang telah dibuat nantinya kita malah disibukkan oleh hal-hal yang kurang bermanfaat. Jadi, mulai sejak saat ini, buatlah target teman2 (harian/bulanan/tahunan) dalam kehidupan dan fokuslah.

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kedua adalah prioritas target. Dengan jumlah waktu yang terbatas, tentulah kita harus mampu mengkategorisasi prioritas target-target tersebut. Metode kategorisasi yang paling umum digunakan adalah kuadran prioritas

Diagram prioritas
Kategorisasi prioritas tidak begitu kelihatan dampaknya dalam target harian. Namun akan terasa signifikan untuk target jangka panjang (bulanan dan tahunan).

Apakah prioritas hidup jangka panjang bisa berubah dalam waktu seketika?, awalnya saya percaya tidak bisa mendadak. Namun ternyata baru-baru ini saya mendapati seorang rekan mengubah prioritas jangka panjangnya ketika sesuatu hal yang buruk terjadi di lingkungannya.

Terakhir, pilih lingkungan yang mendukung dan kondusif bagi target tersebut. Teman-teman mungkin ingat sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari (5534) dan Muslim (2628) tentang pergaulan sebagai berikut:

Gambar terkait“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Kesimpulannya, agar waktu saya dapat dikelola dengan baik saya harus menetapkan target dengan baik, melakukan kategorisasi prioritas target serta memilih ingkungan yang mendukung dan kondusif bagi target tersebut. Oiya, ada yang lupa… konsistensi dan eksekusi!. Tanpa konsistensi dan eksekusi, sebuah perencanaan yang baik tak ada artinya.

Iklan

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Energi Indonesia, HUman Resources. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s