Persaingan Menuju SUMUT-1 2018-2023


Oleh Andi Hendra Paluseri

Tidak ada habisnya bila kita berbicara tentang Sumatera Utara. Mulai dari kisah memilukan di kerajaan-kerajaan Sumatera Timur pada 1946 yaitu pembantaian para Sultan yang dilakukan oleh para kaum sosialis hingga kisah pembunuhan bejat yang dilakukan oleh Dukun AS di era tahun 90-an yang akhirnya dijatuhi hukuman mati pada 11 Juli 2008.

Terlepas dari sejarah kelamnya, Provinsi yang memiliki populasi paling besar di Pulau Sumatera atau no#4 di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah ini, menjadi medan tempur yang cukup strategis untuk memenangkan persaingan Pilpres 2019 mendatang.

Hasil gambar untuk sumatera utara

Sebagai pemanasan, para partai politik akan menunjukan taringnya dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara untuk tahun 2018-2023.

Adapun pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan mengikuti pemilihan tersebut adalah Djarot Saful Hidayat-Sihar Sitorus, JR Saragih-Ance Selian dan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Sebagai putra kelahiran Sumatera Utara, tentulah saya sangat peduli dengan perkembangan provinsi ini dan berharap kemajuan di Sumatera Utara akan sama seperti provinsi-provinsi lain di pulau Jawa dan yang tak kalah pentingnya, semoga kutukan sebagai provinsi yang memiliki gubernur-gubernur korupsi (terbukti dengan kasus 2 gubernur terakhir berturut-turut yaitu Gatot Pujo Nugroho dan Syamsul Arifin) segera berakhir. ICW, FITRA dan BPK juga mengumumkan Sumatera Utara sebagai provinsi terkorup se-Indonesia untuk tahun 2012-2015.

Untuk itu, dalam kesempatan ini saya akan memaparkan bibit bebet dan bobot para pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur tersebut, sebagai pertimbangan para penduduk Sumatera Utara untuk dapat memilih pasangan yang terbaik.

1. Djarot Saful Hidayat (“DS”)-Sihar Sitorus (“SS”)

Partai Pengusung : PDIP (16 kursi) dan PPP (4 kursi).

Hasil gambar untuk Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus
(+) Pamor DS bisa dikatakan paling tinggi diantara cagub-cagub lainnya mengingat DS pernah menjadi partner Ahok dalam memimpin ibukota Negara yaitu DKI Jakarta. DS juga diuntungkan dengan darah Jawa yang dimilikinya, dimana 33% penduduk Sumatera Utara saat ini adalah Suku Jawa [2].
(+) DS juga sudah berpengalaman dalam memimpin Kota Blitar selama 2 periode. Gebrakan yang dilakukan DS di Blitar adalah dengan membatasi mal bertingkat dan gedung pencakar langit. DS juga lebih memilih untuk menata pedagang kaki lima dengan konsep yang matang [1]. Prestasi yang diraihnya selama menjabat menjadi Walikota Blitar adalah Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah di tahun 2008 serta Penghargaan Terbaik Citizen’s Charter Bidang Kesehatan Anugerah Adipura selama 3 tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2006, 2007, dan 2008.
(+)  Partner DS yaitu SS merupakan orang paling kaya diantara cagub/wacagub lainnya. Sebagai mantan ketua PSMS tentunya SS sudah memiliki kantong kantong suara dari para penggemar sepakbola Sumatera Utara.
(+) Pengalaman SS sebagai pengusaha Agrobisnis di Sumatera Utara menjadi harapan masyarakat Sumut untuk peningkatan ekonomi. Maklumlah karena perkebunan hingga kini masih menjadi primadona perekonomian di Sumatera Utara [2].
(-) Namun tetap saja ada minusnya dari pasangan ini. Contohnya DS yang pada saat pelantikan Gubernur dan Wagub DKI Jakarta terpilih 2017-2022 lalu, memilih untuk tidak hadir dan travelling ke Labuan Bajo. Hal ini dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai tindakan kekanakan yang dilakukan oleh publik figur [3]. Memang sih sah-sah saja namun hal tersebut bisa saja dianggap seolah-olah dengan sengaja mau mempertontonkan kepada publik bahwa dia tidak mendukung gubernur terpilih.
(-) Perjalanan pencalonan pasangan ini sempat terancam gagal dengan adanya penolakan dari DPW PPP Sumatera Utara. Sampai-sampai Pimpinan Pusat Partai berlambang Kabah harus turun gunung dan mencopot  Yulizar Parlagutan Lubis yang membangkang untuk mendukung pasangan calon Muslim-Non Muslim tersebut.

2. JR Saragih (“JR”)-Ance Selian (“AS”)

Partai Pengusung : Partai Demokrat (14 kursi), PKB (3 kursi), dan PKPI (3 kursi).

Hasil gambar untuk JR Saragih-Ance Selian

Menurut penulis pribadi, pasangan JR Saragih-Ance Selian ini adalah pasangan yang paling kurang dikenal oleh publik karena kurang terdengar di kancah politik nasional. Untuk memenangkan pasangan ini, para partai pendukung harus kerja lebih keras untuk meningkatkan elektabilitas JR-AS.

Baiklah, sekarang mari kita diskusikan plus minus pasangan ini

(+) JR yang merupakan Bupati 2 periode di Simalungun bisa dikatakan lebih memahami Sumatera Utara dibandingkan 2 calon gubernur lainnya karena memang sehari-hari mengurusi pemerintahan di salah satu daerah Sumatera Utara. Daerah Simalungun dan Siantar sudah seharusnya menjadi kantong suara bagi pasangan calon ini.
(+) Penghargaan yang pernah diterima JR adalah Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 2013, Kepala Daerah Inovatif 2014 dan Ambassador Electricity 2016. Masyarakat Sumut memang sangat membutuhkan Cagub-Wacagub yang sangat concern ke listrik karena seperti yang kita ketahui, daerah Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang kondisi kelistrikannya memprihatinkan. Pernah suatu waktu, listrik di rumah saya di Kota Medan tidak nyala selama 2 hari berturut-turut (normalnya sekian jam perhari).
(+)  Partner JR yaitu AS merupakan politisi yang berlatar belakang santri. Diharapkan dengan latar belakang ini, kantong-kantong suara dari pemilih muslim dapat diamankan.
(+) Dari seluruh pasangan Cagub-Wacagub, hanya pasangan JR-AS yang benar-benar ber-KTP Sumatera Utara. Sementara pasangan calon lainnya ber-KTP Jakarta [4].
(-) Sentimen agama memang tidak bisa dihindari dari setiap pemilihan umum. Hal ini wajar-wajar saja karena memang umat muslim diwajibkan untuk memilih pemimpin muslim. Hal ini tentu akan menjadi batu sandungan pada pasangan JR-AS
(-) JR juga diduga terlibat dalam kasus korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Simalungun [5].

3. Edy Rahmayadi [ERA]-Musa Rajekshah [MAS]

Partai Pengusung : Golkar (17 kursi) Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), dan Nasdem (5 kursi).

Hasil gambar untuk Edy Rahmayadi [ERA]-Musa Rajekshah [MAS]

(+) Pasangan ini diuntungkan dari pemberitaan-pemberitaan terakhir terutama terkait Edy Rahmayadi yang diberitakan memilih untuk pensiun dini dari Pangkostrad demi mengikuti Pilgub di Sumatera Utara sehingga berdampak pada elektabilitas mereka.
(+) Mesin-mesin PKS juga sudah lebih dahulu mempopulerkan ERA untuk menjadi Calon Gubernur di Sumatera Utara.
(+) ERA sebagai mantan Pangkostrad dinilai mampu menjaga keamanan dan suasana yang kondusif di Sumut dengan mengharmonisasikan antar aparat keamanan serta birokrasi di Sumatera Utara
(+) Pasangan ERA-MAS merupakan keturunan Melayu yang pastinya akan mengantongi suara-suara dari warga melayu. Tidak hanya itu, Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) juga sudah mendeklarasikan dukungan mereka ke pasangan ERA-MAS ini.
(+) Pasangan ERA yaitu MAS/Ijeck menjadi faktor penting ERA untuk memenangkan Pilgub Sumut 2018. MAS sempat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara selama dua periode. MAS juga merupakan atlet nasional pada tahun 2005 meraih gelar juara dua Nasional Speed of Road [7].
(-) Pemberitaan tentang ERA juga tidaklah selalu positif. Akhir-akhir ini di media sosial khususnya facebook beredar video ERA yang memarahi warga dan video ERA yang sedang bagi-bagi uang. Penting bagi para juru kampanye ERA untuk segera memberikan klarifikasi tentang hal ini.

Siapapun nantinya yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 harus didukung oleh segenap masyarakat Sumut. Bahkan kalau boleh, mulai menghidupkan kembali slogan Marsipature Hutana Be yang dipopulerkan almarhum Raja Inal Siregar yang artinya adalah “Membangun/membenahi kampung halaman sendiri”.

Konsep ini ditujukan kepada orang-orang yang telah sukses di perantauan untuk bersama-sama kembali membangun Sumatera Utara.

Notes: Bila ada data-data positif maupun negatif para pasangan calon diatas, mohon untuk disampaikan dalam komentar tulisan ini.

Referensi:
[1] https://news.detik.com/berita/d-3531141/perjalanan-djarot-dari-wali-kota-blitar-hingga-gubernur-dki
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera_Utara
[3] http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/10/19/jimly-djarot-jangan-kekanak-kanakan
[4] http://www.radarbangsa.com/gaya/11173/profil-ance-selian-calon-wakil-gubernur-sumut-berkarakter-santri
[5] http://waspada.co.id/medan/kejatisu-diminta-usut-dugaan-korupsi-jr-saragih/
[6] https://kumparan.com/info-saudara/pujakesuma-siap-dukung-edy-rahmayadi-dan-musa-rajeckshah-eramas-di-sumut
[7] https://kumparan.com/@kumparannews/mengenal-ijeck-shah-tokoh-muda-sumut-yang-jadi-cawagub-pangkostrad

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Budaya Bangsa, Energi Indonesia, kisah hidupku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s