Mudik 20 Jam, Lontong Wak Har & Bakso Bang Udin


Pada 10 Mei 2018 lalu, saat hari kejepit, saya memutuskan untuk mudik ke Medan. Berbekal pencarian tiket murah dari traveloka, didapatlah pesawat batik air first flight dari Soekarno Hatta. Karena saat itu sudah tidak sempat mencari parkir inap, maka dengan terpaksa saya memarkirkan mobil di parkir normal yang biayanya selangit di Soeta.

Yang namanya penerbangan murah memang gak jauh-jauh dari kata delay. Pesawat yang dijadwalkan take off jam 6.05 pagi akhirnya delay ke 7.30 dan baru sampai di Kualanamu pukul 09.30. Saat itu, langsung deh mencari DAMRI menuju Gagak Hitam Ringroad. Murah, cuma 20.000 saja.

Yang pertama saya cari di mudik ini adalah Lontong Wak Har. Iyah, lontong ini sudah saya nikmati dari kecil sampai dengan sekarang. Penjualnya sudah puluhan tahun berpengalaman membuat lontong enak. Nilainya 9 of 10 lha. Masih di atas lontong Medan Dipati Ukur (nilai 8 of 10) ataupun lontong-lontong lainnya.

Lontong Wak Har

Yup.. Lontong Medan Terenak. Bila berminat, silahkan hubungi penjual 085276908101

 

20180510_152915

Setelah menikmati lontong ini, kegiatan saya selanjutnya adalah mengunjungi Mall Manhattan yang jaraknya hanya 1 km dari rumah saya. Seingat saya, dahulu tempat ini ex-warung terapung yang kurang laku dan kemudian disulap menjadi mall. Saat masih ber-SMA di SMA 4 Medan, saya sering melewati lokasi ini mengingat angkot 79 yang saya naiki berhenti di daerah gagak hitam. Mallnya sempit namun cukup ramai. Layak lha untuk tempat hahahihi bagi para pemudik yang sedang pulang kampung. Ada starbucks juga. Kelemahannya? sinyal handphone sering hilang di lokasi ini khususnya di lokasi basement.

Malam harinya, ada agenda lain yang pasti tidak mau saya lewatkan yaitu Bakso Bang Udin. Penjualnya sudah mulai berjualan sejak saya kecil. Satu porsi penuh cuma 7.000 rupiah. Puas lha pokoknya. Unfortunately, menu misop yang saya inginkan tidak ada. Jadi memilih bakso. Tetap enak kok.

Bakso Bang Udin

Setelah puas makan, tidur, untuk keesokan harinya first flight lagi balik ke Jakarta. What a tiring journey!

 

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Ide, kisah hidupku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s