Karto Rahman, Jawara asal Surabaya tahun 1910an


Saat idul fitri seperti ini adalah waktu yang tepat untuk bersilaturahmi. Dengan bersilaturahmi kita jadi mengetahui saudara-saudara jauh yang masih kita miliki. Termasuk saya, hari ini setelah berziarah ke makam kakek di Taman Makam Pahlawan Medan serta makam nenek di pekuburan muslim dekat BLKI Medan, kami menemui saudaranya kakek.

surabayaSaat pertemuan tersebut, lagi-lagi diceritakan terkait asal-usul keluarga yang sebelumnya saya tidak pernah memperhatikan. Ternyata buyut saya yaitu Bpk Karto Rahman awalnya adalah seorang Lurah di Surabaya tahun 1910an dimana saat itu pulau Jawa masih dijajah oleh Belanda. Sebagai seorang lurah, infonya beliau memiliki banyak harta dan tanah di Surabaya.

Kehidupan beliau dan keluarga di Surabaya sangatlah makmur dan aman, sampai suatu ketika istri beliau diganggu oleh serdadu-serdadu belanda. Konon katanya, istri beliau yang di Surabaya tersebut berparas cantik sehingga diganggu oleh serdadu Belanda. Melihat hal itu, Pak Karto Rahman tidak tinggal diam. Beliau membunuh 3 (tiga) serdadu Belanda tersebut dan yes… 3 tentara Belanda yang tak berfaedah mati.

Setelah peristiwa tersebut, masih pada tahun 1910an juga, Pak Karto Rahman melarikan diri ke daerah  Sumatera Timur (sekarang Sumatera Utara-red) dan berpisah dengan istrinya. Harta dan tanah-tanahnyapun ditinggalkan begitu saja di daerah Surabaya. Sebenarnya komunikasi dengan keluarga di Surabaya sempat terjalin oleh kakek saya namun sudah terputus dan anak cucunya tidak mengetahui lagi siapa-siapa kerabat yang ada di Surabaya.

Balik lagi ke cerita pak Karto Rahman. Setelah melarikan diri ke  Sumatera Timur, beliau menikah lagi dengan wanita daerah padang sidempuan dan membuka perkebunan di daerah perdagangan/perlanaan. Dari hasil pernikahan tersebut, lahirlah 11 (sebelas) orang anak termasuk salah satunya adalah kakek saya.

Pada saat masa-masa peperangan mempertahankan kemerdekaan, beliau bertindak sebagai masinis kereta, tugasnya adalah mempertahankan kereta tersebut agar tidak dikuasai oleh Belanda. Konon katanya beliau tidak mempan ditembak oleh peluru Belanda. Setelah perang usai, Pak Karto Rahman melanjutkan pekerjaannya menjadi masinis, hidup di daerah perdagangan sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir disana di tahun 1987 (kalau tidak salah).

Oke, bila lain kali ditanya, kamu Jawa mana? selain Blitar, saya akan coba mempertimbangkan untuk menyebut berasal dari Surabaya haha..

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Ide. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Karto Rahman, Jawara asal Surabaya tahun 1910an

  1. Abufalah Al-indunissy berkata:

    Para jawara sekarang ada di pasar-pasar muamalah y akh. (site: https://wakalaindukbintan.com )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s