Bantuan ke Pedagang Kaki Lima untuk Tetap Menjaga ke-higienis-an Piring jualannya


Seperti biasa, setiap minggu pagi bila tidak sibuk, saya akan selalu menyempatkan diri untuk olahraga di Car Free Day Thamrin-Sudirman, seperti hari ini. Nah, setelah selesai berolahraga, saya biasanya membeli jajanan para pedagang kaki lima seperti burger, pecel, bakso dll.

20180715_084458Pada kesempatan kali ini, saya membeli jajanan bakso. Nah, lokasi jajanan bakso tersebut berada persis di sebelah baskom berisi air kotor. Saya baru mengetahui bahwa baskom berisi air kotor tersebut merupakan tempat pencucian piring beberapa pedagang kaki lima. Tempatnya dipilih paling ujung agar para konsumen  kaki lima lain tidak begitu melihat.

Memang dilema sih, di satu sisi para pedagang ini harus sigap menangani para konsumen, sementara di sisi lain, mereka tetap harus membersihkan piring-piring kotor yang telah digunakan dalam waktu cepat.

Dengan kondisi seperti ini, tentu tidak ada waktu lagi untuk mencari air bersih. Tapi, bila terus dibiarkan pastinya yang dirugikan adalah para konsumen.

Untuk rekan-rekan yang tetap ingin menikmati dagangan para pedagang kaki lima tersebut, ada beberapa tips:

1. Tidak memakan makanan di tempat dan meminta agar makanan dibungkus saja
2. Bila tetap berniat untuk memakan di tempat, sebaiknya bawa piring dan sendok sendiri
3. Bila repot membawa piring dan sendok sendiri, carilah pedagang yang menjual dagangan dengan wadah sekali pakai

Akan lebih high impact lagi bila dari dinas kebersihan/satpol PP memberikan bantuan air bersih kepada para pedagang kaki lima. Sepengetahuan saya, satpol PP provinsi kerap melakukan inspeksi rutin dengan berjalan memantau para pedagang kaki lima.

Nah, seperti peribahasa “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampau“, momen inspeksi tersebut dapat dipergunakan oleh para anggota dinas kebersihan/satpol PP untuk bersilaturahmi dengan para pedagang kaki lima dan ditambah lagi dengan memberikan bantuan “air bersih” untuk mengganti air-air cucian piring pada pedagang yang telah kotor.

Dengan begitu, kita juga mendukung program pemerintah untuk mengurangi bertambahnya pasien-pasien hepatitis dan penyakit berbahaya lainnya.

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Ide. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s