Membandingkan Agus Harimurti Yudhoyono dengan Puan Maharani


Oleh Andi Hendra Paluseri

Dalam 3 (tiga) hari terakhir, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan statement war yang dilakukan oleh para politisi. Hal ini bermulai sejak bergabungnya partai Demokrat ke dalam kubu partai Gerindra cs.

Melihat kenyataan pahit tersebut, para politisi di kubu sebelah mulai bereaksi dengan memberikan statement-statement yang membuat partai Demokrat khususnya SBY murka. Seperti Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut SBY tidak izin Joko Widodo untuk mendukung Prabowo Subianto [1]. Kemudian disusul dengan statement Ketua Partai Berlambang Kabah, Romahurmuziy, yang menyatakan bahwa Demokrat tidak jadi berkoalisi karena koalisi tidak mewadahi AHY menjadi calon Wakil Presiden.

Demokratpun berang, dan pada tanggal 25/7 malam, SBY membuat konferensi pers yang malah menimbulkan prokontra di masyarakat. Tanggapan brutal yang menyerang personalpun keluar dari Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyebutkan bahwa SBY hanya fokus pada masa depan AHY [3]. Di hari itu juga, Demokrat melalui Wasekjen DPPnya yaitu Rachland, langsung melakukan serang balik dengan mempertanyakan apakah Puan layak menjadi menteri? [4].

ahy_puan_20180306_203246Oke, saya tidak mau berpanjang lebar membahas terkait perang statement para politisi diatas. Ada yang lebih menarik lagi yaitu terkait kapabilitas dan kemampuan Agus Harimurti Yudhoyono (“AHY”) dan Puan Maharani (“PM”). Saya coba berandai-andai, di Pemilu 2019 nanti mungkin akan menjadi pemilu yang seru apabila duel capresnya antara AHY dan PM itu sendiri. Ah sudahlah, sekarang, mari kita mulai bandingkan keduanya yah!

1. Agus Harimurti Yudhoyono (40 Tahun)

Lelaki kelahiran Bandung, 10 Agustus 1978 ini telah dikenal luas di masyarakat sejak ayahnya yaitu SBY menjadi presiden RI ke-6. Pangkat terakhirnya di TNI-AD adalah mayor. Selanjutnya AHY mengikuti kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017. Berikut adalah analisis mengenai AHY:

[+] Lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1997 & meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas
[+] Lulusan Akademi Militer Terbaik pada tahun 2000 & meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa
[+] Lulusan terbaik kursus Combat Intel di Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri pada tahun 2001
[+] Komandan Peleton (‘Danton”) di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad yang berpartisipasi dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh pada tahun 2002
[+] Kontingen Garuda XXIII-A sebagai Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis pada November 2006
[+] Komandan Kompi terbaik di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad pada tahun 2008
[+] Mendapatkan gelar Master di Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University
[+] Kepala Seksi Amerika di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan pada tahun 2008
[+] Lulusan Master in Public Administration/Mid Career (MPA/MC) pada tahun 2010
[+] Penerima IPK 4.0 di Command and General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat
[+] Penerima IPK 4.0 dalam program Master untuk Kepemimpinan dan Manajemen (MA in Leadership and Management) dari George Herbert Walker School di Webster University
[-] Terkesan cukup ekslusif karena jarang keberhadirannya di media sosial terasa kurang, pun dengan kehadirannya di dunia nyata.

Bila ditelisik dari informasi-informasi di atas, AHY merupakan seorang yang cerdas dan berjiwa kompetitif. Namun, saya belum melihat pengalaman beliau dalam kegiatan sosial masyarakat maupun kegiatan yang berkaitan dalam pengembangan bisnis/ekonomi. Hal ini juga mungkin perlu dipelajari AHY untuk peningkatan kemampuan dan kapabilitas kedepannya.

2. Puan Maharani (45 Tahun)

Wanita kelahiran Jakarta, 6 September 1973 ini telah dikenal luas di masyarakat sejak Ibunya yaitu Megawati menjadi presiden RI ke-5. Pengalaman politik lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia jelas sangat jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan AHY. Berikut adalah analisis mengenai Puan Maharani:

[+] Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk tahun 2012 – 2014.
[+] Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019). Beliau menjadi Menteri Koordinator termuda yang pernah ada di Indonesia.
[+] Kemampuan politik Puan Maharani mulai terasah sejak SMA mengingat beliau mendampingi Ibunya dalam kegiatan politik. Megawati Soekarnoputri, dikonfrontir langsung oleh utusan penguasa saat itu yang melarang ia masuk dalam struktur PDI. Di situ Puan Maharani belajar bagaimana secara tenang menghadapi tekanan politik.
[+] Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar lembaga DPP PDIP yang sukses membuat PDIP menjadi Partai Pemenang di tahun 2014.
[-] Sayang sekali, track record Puan Maharani agak sedikit tercoreng dengan pengakuan dari Setya Novanto yang menyebutkan bahwa Puan Maharani juga menerima duit dari proyek e-ktp[5]. Berita-berita ini menjadi peer besar yang harus segera dicounter untuk memulihkan nama baik PM sendiri.

Oke, kesimpulannya kedua-duanya adalah orang cerdas dan berbakat serta pantas untuk dipilih menjadi calon Wakil Presiden. Dalam hal berpolitik, melihat pengalaman keduanya, untuk saat ini hampir dipastikan Puan Maharani lebih unggul. Namun AHY jangan berkecil hati, dengan achievement seperti diatas, adalah hal yang mudah bagi AHY untuk meningkatkan akselerasi untuk mengejar ketinggalannya dari Puan Maharani bahkan mengalahkan Puan Maharani.

Referensi:
[1] https://www.eramuslim.com/berita/nasional/sby-tersinggung-ngabalin-pun-buru-buru-minta-maaf.htm#.W1s6vNIzbIU
[2] https://nasional.kompas.com/read/2018/07/26/14503741/romy-info-tepercaya-sby-ajukan-ahy-jadi-cawapres-jokowi
[3] https://www.liputan6.com/news/read/3600549/pdip-sby-hanya-fokus-pada-masa-depan-ahy
[4] https://kumparan.com/@kumparannews/pdip-singgung-ahy-demokrat-sebut-puan-tak-layak-jadi-menteri-27431110790553958
[5] https://news.detik.com/infografis/d-3932098/setnov-sebut-puan-maharani-dan-pramono-anung-terima-duit-e-ktp

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Ide. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s