Usul Rakyat Jakarta: LRT Jakarta Tahap 2 (Extension)


Oleh Andi Hendra Paluseri

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini Pemerintah DKI melalui BUMDnya yaitu Jakarta Propertindo (Jakpro) tengah menyelesaikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) tahap pertama dengan rute Kelapa Gading-Velodrome (5.8 km) yang progressnya per 8 Agustus 2018 sekitar 87-95%[1].

LRT Jakarta

Setelah proyek ini selesai, Pemerintah DKI akan melanjutkan pembangunan LRT tahap 2 dengan rute Velodrome-Rawamangun-Tanah Abang dengan skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU) dimana Jakpro yang akan bertindak sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK). Direncanakan akan terdapat 10 stasiun yang akan dilewati oleh LRT tahap 2 ini.

Nah, sebagai rakyat jakarta timur yang juga sehari-hari melewati rute Velodrome menuju Tanah Abang, saya mempunyai saran agar rute LRT tahap 2 ini diperluas (extended). Tidak hanya ke arah barat (Tanah Abang) namun juga ke arah timur (Pulogebang). Berbekal dengan Google maps, saya coba memetakan rute LRT tahap 2 extension (Velodrome-Pulogebang) ini bila akhirnya memang disetujui oleh Pemerintah DKI yaitu sebagai berikut:

Usulan LRT

Rute-rute di atas adalah rute yang menurut saya paling minim sengketa pembebasan lahan karena sebagian besar melewati jalan besar.

Rute 1 (Velodrome-Kawasan Pulogadung) –> rute ini melewati jalan Pemuda. Memang akan sedikit menimbulkan kemacetan namun banyak jalan alternatif yang bisa dilalui oleh masyarakat bila jalan ini ditutup sementara.

Rute 2 (Kawasan Pulogadung-PIK Penggilingan) –> Untuk kawasan Pulogadung relatif tidak bermasalah karena 50% dimiliki Pemerintah Pusat dan 50% lagi sahamnya dimiliki oleh Pemda DKI. Kemudian nanti akan melalui sedikit saja lahan warga yang melewati jalan KRT Radjiman. Selanjutnya akan masuk ke Boulevard Jalan Perumahan Jatinegara Indah-East Park Apartement. Tenang, Boulevard di perumahan ini cukup besar sehingga tidak akan terlalu mengganggu masyarakat sekitar. Mumpung jalanan disini juga masih sepi. Oiya, di sebelah jalan terdapat Tower SUTET 500 kV yah.

Boulevard Jatinegara Indah

Rute 3 (PIK Penggilingan-Jalan Raya Penggilingan) – Saya belum explore begitu jauh untuk daerah PIK Penggilingan ini, namun mengingat PIK Penggilingan dimiliki oleh Pemda DKI, seyogyanya tidak ada masalah berarti yah. Untuk rute dari PIK Penggilingan ke Jalan Raya Penggilingan akan melewati beberapa rumah warga. Nah, ini yang mungkin perlu extra effort.

Rute 4 (Jalan Raya Penggilingan-Terminal Pulogebang) – Karena melewati jalan raya harusnya tidak memiliki masalah berarti.

Mengapa rute extension ke timur ini diperlukan?. Berikut saya coba ulas satu persatu:

  1. Optimasi Okupansi Terminal Pulogebang –> Terminal Pulogebang  digadang-gadang oleh Pemerintah sebagai terminal bus terbesar se Asia Tenggara namun sampai dengan saat ini okupansinya masih rendah[2]. Masalahnya utamanya adalah AKSES. Karena akses yang minim, masih ada saja perusahaan otobus yang enggan untuk memindahkan terminal busnya ke Terminal Pulogebang. Dengan pembuatan jalur LRT Tahap 2 extension ini, akses ke Terminal Pulogebang akan semakin baik sehingga no reason bagi perusahaan otobus tersebut untuk tidak memindahkan busnya ke Terminal Pulogebang.
  2. Pemerataan Infrastruktur ke Daerah Timur khususnya Timur Laut –> Daerah timur laut mungkin bisa dibilang yang paling tertinggal dalam hal infrastruktur dibandingkan daerah-daerah lainnya. Selatan sudah ada KRL, MRT dan LRT. Utara juga sudah ada KRL dan LRT. Sementara penghuni daerah timur laut setiap harinya harus berjibaku dengan kemacetan mulai dari Cakung sampai dengan Perintis Kemerdekaan.
  3. Koneksi Barat ke Timur dengan cepat–> dengan adanya moda transportasi yang mampu mengkoneksi wilaya Barat ke Timur/sebaliknya dengan cepat, maka tentu saja masyarakat juga mendapatkan manfaat dari sisi penghematan biaya transportasi. Jangan salah, orang-orang timur Jakarta kalau belanja baju juga ke Tanah Abang lho 😀
  4. Pemerataan Ekonomi ke Daerah Timur –> Dengan sarana transportasi yang lebih baik, roda perekonomian di daerah timur Jakarta juga akan naik. Memang sih. di daerah timur tidak ada mall yang sekelas Kelapa Gading ataupun Grand Indonesia. Paling banter disini yah Buaran Plaza, namun orang-orang disini juga tetap membutuhkan adanya pemerataan ekonomi.
  5. Minim Isu Land Acquisition –> Land Acquisition memang merupakan monster ganas bagi setiap proyek. Nah, dari penjelasan sebelumnya, isu land acquisition  di jalur 2 extension ini dapat diminimalisir.

Terima kasih, bila ada tambahan informasi/dukungan lain, Bapak/Ibu bisa mengirimkan pesan via whatsapp ke nomor saya 0857 6262 3579.

Referensi:
[1] https://www.jawapos.com/jpg-today/12/08/2018/uji-operasi-lrt-kelapa-gading-digelar-15-agustus-penumpang-terbatas
[2] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170628162301-20-224627/pulo-gebang-terminal-megah-yang-belum-juga-optimal

Tentang andihendra

Andi hendra paluseri adalah perantau asal medan yang menyelesaikan pendidikannya S1 di ITB jurusan teknik elektro (Tenaga Listrik).
Pos ini dipublikasikan di Ide, Investasi dan Bisnis, Teknologi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s