KITA

Ini adalah sebuah kisah antara aku dan seorang sahabatku
Antara kita memang terjalin sebuah ikatan yang demikian kuat
Seperti halnya klorofil yang membutuhkan matahari
Seperti halnya air mata yang membutuhkan kelopak untuk mengucurkan buliran-bulirannya

Ini adalah sebuah kisah sunyi antara aku dan sahabat kentalku
Antara kita terajut sebuah ikatan yang demikian rekat
Seperti ikatan ideology yang memutarkan kendali matahari dari bumi
Seperti ikatan yang membuat kami satu di alam raya
Seolah satu fikiran di dalam turbin semesta

Mendadak pada satu senja
Ketika hujan bertaburan
seperti halnya Lucifer yang ditebarkan menyesak di udara…
Menyeduh cawan jiwa dalam dosa …

Dan sahabatku pun memunggungiku
Wajahnya tertunduk lesu membayang di batas cakrawala
Wajahnya mengalamii jurang kejatuhan sedalam neraka

Sahabatkupun menjadi beringas dalam kesunyiannya
Dia pun menjadi bastart yang berani menzigzagkan bagian tubuhnya yang paling sacral
Lantas sahabatku pun memayungi harinya dengan berhala
Dia pun moksa tidak dengan doa tetapi dengan amarah yang menyala
Dalam kepekatan hutan hitam berkeringatkan air api
Ia menggasing berkobar-kobar menjadi merah sepekat darah
Hingga kemudian ia pun terjatuh
dan menghablurkan pertobatan di ambang-ambang kehampaan

Aku memaafkannya
Karena ia manusia yang mempunyai hak sama dengan kita
Manusia yang berhak melakukan pertobatan sebelum dirinya binasa

Mendadak pada satu masa
Ketika hujan bertaburan
Seperti halnya puisi yang ditebarkan malaikat di udara
Bangunkan diri ini dengan cahya

Aku bertanya pada sahabatku
Masih ingatkah kau pada senandung ketika kita melewati jalan yang diselipi duri
Jalan yang dihiasi penggalan kepala seperti kilasan peristiwa asyura di karbala
Masih ingatkah kau pada pemikiran singa di dalam diri kita yang menggigilkan
Yang menggigilkan tentara

Ia melirik ke arahku teramat riang sekali
Tampaknya ia telah membukakan pintu pengampunan bagi dirinya
Sahabatku pun mengambil gitar yang ada dan menyenandungkan stanza
Stanza yang memelodisasi kerinduan pada air Tuhannya
Stanza syahadat perjalanannya sebagai seorang pemuda

Sahabatku kembai mengkritalkan pemikirannya
memeti-eskan kemapanan dan kemalasan
Menjaga suhu tubuhnya tetap mencapai titik kulminasi
Melawan seribu kebusukan yang hadir di depan matanya

Sahabatku pun bernyanyi agar semua orang tahu
Bahwa kita kembali bekerja mengumpulka pahala
Agar kita menjadi satu di alam raya
satu fikiran dan rasa

Iklan

6 Balasan ke KITA

  1. I am not very fantastic with English but I find this really easy to translate.

  2. Ocie Pantoja berkata:

    8.) This really answered my problem, thank you!

  3. Daysi Sonnabend berkata:

    I like the efforts you have put in this, regards for all the great blog posts.

  4. After interpret a scant of the blogposts on your net situate nowadays, then i really equivalent your arrange of blogging. i bookmarked it toward my favorites situate list as a consequence desire be checking halfback soon. pls research my net find throughout the time that healthy plus lease me comprehend your thought.

  5. Fran Hans berkata:

    semoga shabar dan istiqomah
    +1

  6. jamweker berkata:

    semoga shabar dan istiqomah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s