Persaingan Gubernur Jawa Barat 2018-2023


Oleh Andi Hendra Paluseri

Jawa Barat sebagai provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia[1] memang menjadi medan tempur politik yang sangat seksi. Sampai-sampai ada quotes yang menyatakan bila memenangkan Pilpres di Jawa Barat, pasti akan memenangkan Pilpres di Indonesia (meskipun quotes ini meleset di Pilpres 2014 lalu).

Hasil gambar untuk peta jawa barat

Sebagai mantan warga Medan yang sekarang telah menjadi penduduk resmi Jawa Barat tepatnya kabupaten Bogor, tentu saya harus memperhatikan dengan serius bibit, bobot dan bebet para calon pemimpin yang akan memimpin kami selama 5 tahun kedepan. Mari kita bahas satu persatu yah calon-calonnya.

1. Ridwan Kamil (“RK”)- UU Ruzhanul Ulum (“UU”)

Partai Pengusung : PPP (9 kursi), PKB (7 kursi), Nasdem (5 kursi), Hanura (3 kursi)

Hasil gambar untuk ridwan kamil ruzhanul ulum
(+) RK sudah yang merupakan Walikota Bandung sejak 2013 silam sangat dikenal oleh masyarakat Jawa Barat. Dengan kinerjanya yang terbilang cukup baik, rasa-rasanya sebagian besar warga Bandung akan memilih RK-UU di pilgub ini.
(+) RK dengan segudang prestasi salah satunya di tahun 2016, RK bersama Bandung berhasil meraih World Intellectual Property Organization (WIPO) Medal for Creativity, Tata Kelola Pemerintah Terbaik dari Kementerian PAN-RB dsb. Tim kampanye RK sudah cukup apik dan detail menginfokan prestasi-prestasi yang diperoleh RK di web relawan jabar juara
(+) UU juga bukan orang sembarangan, bupati Tasikmalaya 2 (dua) periode bisa dibilang akan menjadi pengaman suara pasangan di daerah Jawa Barat bagian tenggara. Tasikmalaya merupakan peringkat lima kabupaten/kota terbanyak penduduknya di Jawa Barat[2]. “Rumah Politik” UU yang berasal dari Partai islam yaitu PPP juga menjadi daya jual yang cukup strategis untuk menyedot suara masyarakat agamis di Jawa Barat.
(-) Salah satu kekurangan RK yang pernah menjadi isu hangat di tahun 2017 lalu, adalah RK dinilai bertindak one man show selama menjabat di kota Bandung [3]. Meskipun hal ini sudah dibantah sendiri oleh RK, namun ini menjadi Pekerjaan Rumah RK sebelum proses kampanye dimulai untuk dapat membuktikan bahwa isu tersebut tidak benar.
(-) masalah yang pernah menimpa UU adalah terkait bermasalahnya 13 puskesmas baru di daerah Tasikmalaya [4].

2. Sudrajat (“SD”)- Ahmad Syaikhu (“AS”)

Partai Pengusung : PKS (12 kursi), Gerinda (11 kursi), PAN (4 kursi)

Hasil gambar untuk sudrajat ahmad syaikhu

Manuver PKS dan PAN di akhir Desember 2017 lalu memang cukup mengejutkan publik dimana sebelumnya mereka mengusung Demiz-Ahmad Syaikhu kemudian tiba-tiba berubah menjadi Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Namun SD juga calon yang memiliki segudang prestasi lho
(+) SD sebagai lulusan Akmil 1971 ini pernah bersekolah dan lulus dari Harvard University lho. Pengalamannya juga sudah malang melintang mulai dari Kapuspen TNI, Duta Besar China bahkan CEO Susi Air di tahun 2014. Pria kelahiran Sumedang ini, menjadi calon gubernur yang dapat menyedot suara dari kalangan keluarga militer dan daerah Sumedang. Sayangnya relawan maupun tim kampanye belum memberikan informasi detail terkait prestasi-prestasi beliau yang lain.
(+) Ahmad Syaikhu yang jauh lebih terkenal dibandingkan Sudrajat menjadi kunci untuk memenangkan pasangan SD-AS ini. Beliau adalah Alumni STAN yang saat ini tengah menjabat sebagai wakil walikota Bekasi sejak 2013 silam mendampingi Rahmat Effendi. Bekasi sendiri adalah kota terbesar di Jawa Barat [2]. Sosoknya yang dinilai bersih dan nyantri tentunya akan bersaing ketat dengan UU dalam memperebutkan suara umat islam di Jawa Barat.
(-) Meskipun memiliki karir yang cukup cemerlang, SD juga pernah memiliki masalah dengan Gusdur saat Gusdur menjadi presiden. Kala itu Gusdur menyitir UUD 1945 yang menyebut Presiden adalah penguasa tertinggi AD, AL, AU dan Kepolisian namun hal ini ditentang oleh SD dengan menyatakan bahwa pasal di UUD itu tidak serta merta diartikan Presiden adalah panglima tertinggi angkatan bersenjata.
(NA) Untuk AS, saya tidak mendapatkan catatan negatif apapun.

3. Deddy Mizwar (“DM1”)- Dedi Mulyadi (“DM2”)

Partai Pengusung : Golkar (17 kursi), Demokrat (12 kursi)

Hasil gambar untuk deddy mizwar dedi mulyadi

Analisa untuk DM1 dan DM2 akan saya lanjutkan besok

4. TB Hasanuddin (“TB”)- Anton Charliyan (“AC”)

Partai Pengusung : PDIP (20 kursi)

Hasil gambar untuk tb hasanudin anton charliyan

Analisa untuk TB dan AC akan saya lanjutkan besok

Referensi:

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Demografi_Indonesia
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_jumlah_penduduk
[3] http://regional.kompas.com/read/2017/10/30/19260621/disebut-one-man-show-begini-tanggapan-ridwan-kamil
[4] http://www.rmoljabar.com/read/2016/12/29/30905/Jawara-Kabupaten-Tasikmalaya-Nilai-13-Puskesmas-Baru-Bermasalah-
[5] https://tirto.id/m/sudrajat-bez

Iklan
Dipublikasi di Budaya Bangsa, Energi Indonesia, kisah hidupku, pengalaman di ITB | Meninggalkan komentar

Manajemen Waktu dari Si Penyia Waktu


Oleh Andi Hendra Paluseri

Dalam tulisan kali ini, kita coba bahas hal yang lebih serius yaitu tentang Manajemen Waktu biar kayak blogger blogger jaman now :D. Namun, harap ekspektasi teman-teman  terhadap tulisan ini untuk segera diturunkan dulu yah, karena penulis bukanlah orang yang mengelola waktu dengan baik bahkan dapat dikategorikan penyia waktu.

Hasil gambar untuk manajemen waktuDalam manajemen waktu, salah satu hal yang paling penting adalah target. Dengan mengelola waktu dengan baik, diharapkan target-target yang telah dibuat dapat terealisasi.

Nah, selama hampir 5 tahun terakhir ini, saya kurang fokus pada target-target yang telah dibuat dan memandang sesuatu dengan let it flow saja.

Hal tersebut tentu kurang baik karena selain kita tidak mengejar target yang telah dibuat nantinya kita malah disibukkan oleh hal-hal yang kurang bermanfaat. Jadi, mulai sejak saat ini, buatlah target teman2 (harian/bulanan/tahunan) dalam kehidupan dan fokuslah.

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kedua adalah prioritas target. Dengan jumlah waktu yang terbatas, tentulah kita harus mampu mengkategorisasi prioritas target-target tersebut. Metode kategorisasi yang paling umum digunakan adalah kuadran prioritas

Diagram prioritas
Kategorisasi prioritas tidak begitu kelihatan dampaknya dalam target harian. Namun akan terasa signifikan untuk target jangka panjang (bulanan dan tahunan).

Apakah prioritas hidup jangka panjang bisa berubah dalam waktu seketika?, awalnya saya percaya tidak bisa mendadak. Namun ternyata baru-baru ini saya mendapati seorang rekan mengubah prioritas jangka panjangnya ketika sesuatu hal yang buruk terjadi di lingkungannya.

Terakhir, pilih lingkungan yang mendukung dan kondusif bagi target tersebut. Teman-teman mungkin ingat sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari (5534) dan Muslim (2628) tentang pergaulan sebagai berikut:

Gambar terkait“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Kesimpulannya, agar waktu saya dapat dikelola dengan baik saya harus menetapkan target dengan baik, melakukan kategorisasi prioritas target serta memilih ingkungan yang mendukung dan kondusif bagi target tersebut. Oiya, ada yang lupa… konsistensi dan eksekusi!. Tanpa konsistensi dan eksekusi, sebuah perencanaan yang baik tak ada artinya.

Dipublikasi di Energi Indonesia, HUman Resources | Meninggalkan komentar

Kabayan Foundation 2018


Kabayanfoundation adalah bentuk kontribusi social berupa beasiswa dari Mister Kabayan Group yang diberikan kepada adik-adik mahasiswa baru. Untuk saat ini, beasiswa yang diberikan adalah beasiswa tempat tinggal saja.

img-20160327-wa0003 (1).jpgMister Kabayan Group membeli rumah-rumah murah yang berada dekat dengan lokasi perkuliahan contohnya di Bandung dan Bojonggede. Rumah-rumah murah ini nantinya akan dimanfaatkan untuk beasiswa tempat tinggal tersebut. Ditargetkan kedepannya, beasiswa tempat tinggal ini juga dapat dikembangkan di daerah-daerah lain.

Untuk tahun 2018, kami akan memberikan beasiswa tempat tinggal bagi 8 (delapan) calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di daerah Bandung Kota (ITB Tamansari, Unpad DU, Itenas) dimana lokasi tempat tinggalnya di daerah Cukangkawung-Bandung. Selain tempat tinggal, para penerima beasiswa juga akan dibekali dengan materi kewirausahaan/entrepreneurship sehingga diharapkan dapat mandiri untuk menghidupi diri sendiri.

Kapan Pendaftaran Dimulai?
Pendaftaran akan dimulai Sejak 1 April – 18 Juli 2018

Siapa saja yang bisa mendaftar?
1.Warga Negara Indonesia
2.Laki-laki
3.Calon Mahasiwa yang akan berkuliah di daerah Bandung Utara (ITB, Unpad, Itenas)
4.Berasal dari keluarga kurang mampu
5.Diutamakan calon mahasiswa yang berasal dari luar Pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dll)

Cara Pendaftaran?
1.Peserta mengirimkan berkas2 yang diperlukan ke email envobol@yahoo.com
2.Scan dokumen yang diemail: Curiculum Vitae, KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Diterima di Universitas, Penghargaan yang pernah diraih, Surat Minat atas Kabayan Foundation
3.Sebagian besar komunikasi akan dilakukan by email. 8 peserta terpilih akan dihubungi byphone pada 25-29 Juli 2018

Informasi lebih lengkap silahkan kunjungi link berikut.

 

Dipublikasi di Beasiswa Pendidikan, Education, Energi Indonesia, pengalaman di ITB | Meninggalkan komentar

Bila mutasi KTP sudah, Kapan mutasi SIM sebaiknya dilakukan?


Di artikel sebelumnya, saya telah sharing terkait proses penerbitan EKTP saya yang cukup lama. Domisili yang saya gunakan di EKTP ini juga domisili baru (Kecamatan Bojonggede – Kabupaten Bogor) sehingga harus melalui proses mutasi terlebih dahulu.

Nah, setelah EKTP saya terbit pada akhir Desember 2017 lalu, muncul pertanyaan baru! bagaimana dengan nasib SIM A & C saya yang alamat domisilinya masih menggunakan daerah Kota Medan? Sebagai warga negara yang baik tentu saja saya perlu mencari tahu apa yang harus saya lakukan.

Saya tidak mau suatu saat terulang kembali kejadian kriminalisasi dokumen kewarganegaraan seperti yang dialami oleh Bapak Abraham Samad (Mantan Ketua KPK Era SBY dan Jokowi). #eehh…

Oke, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba melakukan mutasi SIM A & C yang saya miliki di mobil Samsat Keliling yang ada di Car Free Day Monas pada 31 Desember 2017 kemarin (meskipun CFDnya ternyata dibatalkan di hari-H).

20171231_090433.jpg

Sampai di Samsat Keliling tersebut, saya langsung bertanya kepada petugas. “Pak, apakah saya bisa melakukan mutasi SIM disini?” Bapaknya mengiyakan sambil meminta dokumen SIM saya. Namun ternyata karena masa berlakunya masih lama yaitu sampai November 2019, petugas tersebut meminta saya untuk memperpanjangnya di tahun 2019 saja sehingga untuk saat ini saya masih dapat mempergunakan kedua SIM saya.

Kesimpulannya: Bila mutasi KTP dilakukan, rekan-rekan perlu juga melakukan mutasi SIM dan dokumen kewarganegaraan yang lain. Namun disarankan dilakukan pada saat masa berlaku dokumen kewarganegaraan yang lain tersebut akan berakhir.

Dipublikasi di Budaya Bangsa, Hukum Bisnis, kisah hidupku | Meninggalkan komentar

E-KTP Anda Belum Jadi? Telpon 1500537


Setelah habis liburan dari kampung, kemarin saya menyempatkan diri untuk mengurus E-KTP saya yang belum jadi sejak setahun lalu. Nah ceritanya bulan lalu saya mendapatkan berita bahwa akan dilakukan pameran Hari Korpri di Dukcapil Pasar Minggu pada 26 – 29 November 2017 dimana salah satunya adalah booth pencetakan ektp.

Hasil gambar untuk hari korpri pasar minggu ektp
Karena E-KTP saya memang masih belum kelar, jadi langsung saja pada hari minggu, 26 November 2017 saya sempatkan ke booth ini dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan seperti fotokopi Suket dan fotokopi KK. Petugasnya menyampaikan bahwa apabila E-KTP saya sudah dicetak, akan diinfokan melalui SMS.

Mengingat prosesnya sudah sebulan lebih, saya mencoba untuk mencari tahu apakah E-KTP saya sudah dicetak atau belum. Salah satu cara yang saya lakukan adalah mengirim pesan ke nowor whatsapp aduan Depdagri. Namun tidak ada jawaban.

Akhirnya saya menemukan cara lain yang lebih jitu, yaitu menelpon ke Call Center Depdagri di 1500537. Alhamdulillah panggilan saya dijawab dan diinfokan bahwa e-ktp saya sudah tercetak. Waw…! Saya diarahkan untuk mengambil e-ktp di dukcapil setempat. Karena saya warga Bojonggede, maka saya harus mengambilnya di dukcapil Cibinong.

Setelah menempuh perjalanan 60 km dari Jakarta menuju Cibinong, saya lihat antrian orang-orang sudah sangat panjang

20171228_131755.jpg

 

Oke, mari menunggu. Kemudian sayapun masuk ke ruangan pembuatan ektp sementara dan menyampaikan kepada petugas (anak-anak PKL) didalamnya bahwa saya diinfokan oleh Call Center Depdagri untuk mengambil E-KTP di Dukcapil Cibinong. Kemudian saya menunggu lain, setelah 1 jam berlalu, petugasnya menyampaikan kepada saya bahwa ektp saya belum ada di Dukcapil Bojonggede.

Akhirnya saya tumpahkan kekesalan kepada petugas call center Depdagri (Hapunten nyak,.. udah marah2, maklumlah darah medan yang sudah belajar banyak cara mengomel dari inang-inang Sambu). Sayapun langsung menghadap ke Kasubag di Dukcapil tersebut sambil dijelaskan bahwa memang ektp saya belum ada di Dukcapil Cibinong. Oiya, harusnya memang mengambil e-ktp itu di kecamatan yah, tp saat kecamatan Bojonggede saya telpon, mereka bilang tidak ada. Tapi karena disarankan oleh petugas call centernya ke Dukcapil yah saya tetap kejar.

Petugas call center Depdagri-pun saya telpon tiap 10 menit dengan no pelaporan 482XX. Saya akhirnya memaksakan diri untuk pergi ke Dukcapil Pasar Minggu tempat dimana pelaksanaan pameran dan booth ektp bulan lalu. Petugas call center tetap meminta saya untuk bersabar dan tidak ke Pasar Minggu. Di data mereka memang ektp saya sudah tercetak namun bila tidak ada di Dukcapil Cibinong, kemana ektpnya? Dimakan buaya? dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab? (“itu yang terlintas di pikiran saya”).

Petugas call centernya tetap saya telpon tiap 10 menit dalam perjalanan saya dari Cibinong ke Pasar Minggu. Akhirnya saya dibolehkan untuk ke Pasar Minggu dan menemui petugas disana atas nama Pak XXXX (“lupa euy namanya”). Sampai di Dukcapil Pasar Minggu, sayapun diarahkan ke lantai 3. Dan walhasil ternyata EKTP saya memang ada di Pasar Minggu.. yeay..

20171229_145510.jpg

Setelah saya mendapatkan ektp tersebut, saya telpon lagi petugas call centernya dan memberitahu bahwa pelaporan no 482XX telah selesai dan EKTP saya juga sudah didapatkan.

Dipublikasi di Budaya Bangsa, kisah hidupku, My Family | 4 Komentar

Waspada – Penipuan Jenis Baru


Hari ini atasan saya di kantor sharing terkait modus penipuan yang beliau alami. Jadi ceritanya ada orang yang me-whatsapp beliau mengatasnamakan “seseorang” yang dikenal oleh atasan saya (anggap saja X). Untuk meyakinkan atasan saya tersebut, pelaku mengirimkan foto X tersebut.

Untungnya atasan saya mencari tahu ke orang lain tentang kondisi X. Setelah dikonfirmasi lebih lanjut, ternyata yang me-whatsaap atasan saya bukanlah X namun orang yang mengaku-ngaku saja.

Ini modus yang menyeramkan sih. Bayangkan bila kita dimintai bantuan oleh nomor lain yang mengaku ngaku orang yang kita kenal sambil menggunakan profile picture orang tersebut. Saya yakin kebanyakan orang tidak akan mengecek lebih lanjut dan sebagian akan langsung membantu.

 

Untuk itu, bagi teman teman, harap hati hati bila ada orang yang mau meminjam sesuatu. Siapa tahu itu merupakan ulah oknum yang mengambil data orang lain.

Dipublikasi di Investasi dan Bisnis | 1 Komentar

Rakyat Tidak Mampu Itu….


Oleh Andi Hendra Paluseri

Pernah dengar “Bro, listrik 450 VA itu untuk orang miskin lho!” atau kalimat lagi.. “cuy, LPG 3kg itu subsidi untuk orang tidak mampu lho..!”?. Nah, meski kalimat tersebut sering didengung-dengungkan namun tetap saja kita lihat beberapa orang yang menurut kita terkategori “mampu” membeli barang-barang subsidi Pemerintah yang sebenarnya diperuntukan bagi rakyat tidak mampu.

Kalau ditelusuri lebih dalam lagi dan hasil diskusi saya dengan tetangga di kampung, ternyata hal tersebut diakibatkan karena tidak adanya sosialisasi pendefinisian warga “tidak mampu” secara jelas. Jadi wajar-wajar saja kalau orang berpenghasilan 7 juta namun pengeluarannya 8 juta keatas menganggap dirinya tidak mampu karena pengeluarannya lebih tinggi dibandingkan penghasilan.

Dari hasil pencarian saya di google, ternyata ada lho definisi masyarakat tidak mampu/miskin, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Bojonegoro menjelaskan bahwa penghasilan penduduk yang masuk dalam kategori miskin adalah Rp 361.990 per kapita per bulan untuk periode September 2016. Itu salah satu kategorinya yah. Kalau mau lebih detail lagi, kita perlu melihat 14 kategori miskin yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik sebagai berikut:

  1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang.
  2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
  3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah / tembok tanpa diplester.
  4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar / bersama-sama dengan rumah tangga lain.
  5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
  6. Sumber air minum berasal dari sumur / mata air tidak terlindung / sungai / air hujan.
  7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar / arang / minyak tanah.
  8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam dalam satu kali seminggu. 
  9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
  10. Hanya sanggup makan sebanyak satu / dua kali dalam sehari.
  11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas / poliklinik.
  12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp600.000 per bulan.
  13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga: tidak sekolah / tidak tamat SD / tamat SD.
  14. Tidak memiliki tabungan/ barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit/ non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Bila teman-teman memenuhi minimal 9 (sembilan) kategori di atas, maka teman-teman baru bisa dianggap kurang mampu/miskin sehingga layak untuk mendapatkan barang-barang subsidi seperti listrik maupun bahan bakar.  Bila tidak, yah sebaiknya usahakan jangan gunakan barang subsidi yah teman-teman.

Dipublikasi di Energi Indonesia | Meninggalkan komentar